Kemenag Kucurkan Bantuan Pesantren, HNW: Harus Adil dan Amanah

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikNews
Jumat, 14 Agu 2020 08:52 WIB
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid
Foto: dok MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) meminta Kementerian Agama (Kemenag) agar segera merealisasikan bantuan untuk pesantren. Hidayat berharap, bantuan untuk pesantren senilai Rp 2,599 triliun dibagikan adil dan amanah dan juga menyalurkan bantuan serupa untuk Lembaga Pendidikan Agama non Islam secara proporsional.

"Bantuan Rp 2,5 triliun untuk pesantren harus dilakukan secara benar, adil dan amanah. Selain itu Kemenag juga perlu memberikan perhatian kepada lembaga pendidikan agama non-islam agar tidak menimbulkan permasalahan," ujar Hidayat dalam keterangannya, Jumat(14/8/2020).

Menurut Hidayat, program bantuan untuk lembaga Pendidikan Agama seperti pesantren ini sudah lama diusulkan oleh HNW dan Anggota-anggota Komisi VIII DPRRI. Bahkan sejak raker Komisi VIII dengan Kemenag bulan April 2020.

Hidayat melihat pemerintah membutuhkan waktu hingga 4 bulan dari sejak awal program diusulkan hingga SK Dirjen Pendidikan Islam terbit. Padahal, sudah sejak lama, banyak pesantren dan Lembaga Pendidikan keagamaan menyampaikan bermacam usulan dan keluhan akibat terdampak COVID-19.

Hidayat pun menilai pemerintah seharusnya dapat bergerak cepat mendistribusikan bantuan untuk pihak terdampak COVID-19, dalam hal ini pesantren dan pendidikan keagamaan lainnya. Apalagi sejak Mei 2020 Pemerintah sudah dipersenjatai dengan UU 2/2020 tentang Penetapan Perppu 1/2020 menjadi UU, yang memberikan kewenangan penuh kepada Pemerintah untuk melakukan penyesuaian/realokasi anggaran akibat pandemi COVID-19.

"Seharusnya program ini sudah direalisasikan bulan Juni/Juli sebelum masa pembelajaran sebagian besar pesantren kembali dimulai. Oleh karena itu, mekanisme pencairan dana jangan sampai dipersulit agar tidak semakin memperlambat realisasi dan serapan anggaran, tapi juga perlu dibekali dengan juknis yang benar agar bantuan itu tepat sasaran dan menjadi solusi atasi pandemi COVID-19," pungkasnya.

Sebagai informasi, Kemenag telah menyeleksi 21.173 pesantren yang akan menerima bantuan operasional. Hingga saat ini realisasi program tersebut sedang menunggu penerbitan SK Dirjen Pendis, yang kabarnya akan terbit pada pekan ini.

(ega/ega)