Round-Up

Giliran Pekerja Hiburan Malam Makassar Demo 'Butuh Kerja'

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 14 Agu 2020 07:45 WIB
Pekerja hiburan malam di Makassar demo minta tempat kerja dibuka (Foto: Ibnu Munsir/detikcom)
Foto: Pekerja hiburan malam di Makassar demo minta tempat kerja dibuka (Ibnu Munsir/detikcom)

Zul juga mengatakan tempat hiburan malam yang melanggar pun siap dijatuhi sanksi. Dia berharap pemerintah memperhatikan nasib pekerja hiburan malam.

"Kalau kami melanggar, ya silakan tegur kami. Ada yang fatal, tutup sesuai dengan perjanjian dengan Ibu Kadis Pariwisata. Kalau ada yang melanggar, kita tutup selama 14 hari. Itu semua yang terbaik bagi kami Asosiasi, pengusaha dan karyawan," kata Zul.

Aksi demo ratusan pekerja hiburan malam juga sempat terjadi di DKI Jakarta, Selasa (21/7). Pihak Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija) pun sempat melakukan audiensi dengan Pemprov DKI selama aksi berlangsung.

"Intinya diskusi tadi kami menyampaikan unek-unek kami, yang mana memang selama ini saya tuh sebagai ketua asosiasi udah capek harus ngomong ke mana. Empat bulan kami ditutup. Empat bulan juga kami tidak pernah disuguhkan protokol yang harus dijalankan," kata Ketua Asphija Hana Suryani, di depan Gedung Balai Kota Jakarta.

Selain itu Jakarta, ratusan pekerja seni dan hiburan malam Surabaya juga menggelar aksi di depan Balai Kota. Mereka tetap pada tuntutan sebelumnya, menuntut Wali Kota Risma agar merevisi Perwali No 33 Tahun 2020 terkait jam malam.

Pekerja hiburan malam memadati depan Kantor Balai Kota Surabaya yang berada di Jalan Sedap Malam. Para pendemo yang didominasi oleh perempuan ini menyerukan agar Risma segera melakukan revisi Perwali No 33 tahun 2020 terkait jam malam. Mereka juga menyuarakan bahwa selama 5 bulan mereka sudah tak bekerja lagi.

Pekerja hiburan malam terlihat menggunakan masker dan membawa sejumlah poster bertuliskan 'Jangan Siksa Kami Dengan Perwali No 33 Tahun 2020, Kami Butuh Kerja, Bu Wali, Mbiyen Aku Jek Betah Suwi-Suwi Wegah'.

"Cabut, cabut Perwali No 33 Tahun 2020," seru para pendemo berulang-ulang di depan Balai Kota Surabaya di Jalan Sedap Malam, Senin(3/7).

Halaman

(rfs/rfs)