Pegawai Positif Corona, 6 Puskesmas di Kota Bogor Tutup Sementara

Antara - detikNews
Jumat, 14 Agu 2020 03:42 WIB
Seorang pegawai Bagian Humas dan Protokol Setda Pemkot Solo terkonfirmasi positif virus Corona. Akibatnya satu gedung di Balai Kota Solo harus ditutup selama tujuh hari.
Foto: Ilustrasi (Agung Mardika/detikcom)
Bogor -

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan menutup sementara operasional enam puskesmas selama tiga hari. Hal tersebut menyusul ditemukannya pegawai puskesmas yang terkonfirmasi positif virus Corona (COVID-19).

"Enam puskesmas itu ditutup sementara selama tiga hari, pada 12-14 Agustus 2020, karena pegawainya ada yang terkonfirmasi positif COVID-19. Selama ditutup dilakukan penyemprotan disinfektan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, seperti dilansir Antara, Kamis (13/8/2020).

Sebanyak enam puskesmas yang tutup sementara yakni Puskesmas Gang Aut Kecamatan Bogor Tengah, Puskesmas Cipaku Kecamatan Bogor Selatan, Puskesmas Bogor Utara dan Puskesmas Mekarwangi Kecamatan Tanah Sareal, serta Puskesmas Sindangbarang dan Puskesmas Semplak Kecamatan Bogor Barat.

Selama ditutup, kata Sri, gedung puskesmas dilakukan penyemprotan disinfektan sedangkan pegawai lainnya yang menjadi kontak erat menjalani swab test.

Sebanyak tiga puskesmas lainnya ditutup selama tiga hari sebagian pelayanannya. Ketiga puskesmas itu Puskesmas Pulo Armin Kecamatan Bogor Timur ditutup sementara pelayanan klinik ibu dan anak serta persalinan, Puskesmas Merdeka Kecamatan Bogor Tengah ditutup sementara pelayanan Laboratorium, sedangkan Puskesmas Tanah Sareal Kecamatan Tanah Sareal tetap beroperasi seperti biasa.

Sri Nowo Retno menjelaskan penutupan enam puskesmas tersebut menyusul ditemukan 30 pegawai di delapan puskesmas yang terkonfirmasi positif COVID-19 dari kegiatan "active case finding" atau pencarian aktif kasus COVID-19.

Sebanyak 30 pegawai yang terkonfirmasi positif COVID-19 adalah tenaga kesehatan, yakni dokter, bidan, dan perawat, tenaga administrasi, serta tenaga pendukung.

Ia menjelaskan penelusuran dan pendalaman kontak erat pada 11 Agustus dan kajian ulang pada 12 Agustus, dengan mempertimbangkan jumlah dan jenis tenaga yang positif, jumlah dan jenis tenaga yang menjadi kontak erat, serta penilaian kemampuan puskesmas, maka diputuskan enam puskesmas ditutup sementara operasionalnya selama tiga hari.

Ia mengatakan empat puskesmas tersebut akan dibuka kembali pada Sabtu (15/8), tetapi pelayanannya masih dibatasi hanya untuk kunjungan pasien rawat jalan, gawat darurat, dan rujukan BPJS.

Selama dilakukan penutupan sementara, kata dia, maka pasien untuk pelayanan emergensi dan rujukan BPJS dari puskesmas yang ditutup dialihkan ke puskesmas terdekat.

Dari Puskesmas Mekareangi dialihkan ke Puskesmas Kedungbadak, dari Puskesmas Cipaku dialihkan ke Puskesmas Bogor Selatan, dari Puskesmas Gang Aut dialihkan ke Puskesmas Belong, dari Puskesmas Bogor Utara ke Puskesmas Tegal Gundil, dari Puskesmas Sindangbarang ke Puskesmas Pasir Mulya, serta dari Puskesmas Semplak ke Puskesmas Gang Kelor.

(rfs/rfs)