Pendukung Ijeck Minta DPP Ambil Alih Musda Golkar Sumut, Loyalis Doli Heran

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 21:19 WIB
Hanafiah dkk saat di DPP Golkar
Hanafiah dkk saat di DPP Golkar (dok. Istimewa)
Jakarta -

Pendukung bakal calon ketua Golkar Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah (Ijeck) meminta DPP Golkar mengambil alih musda Golkar Sumut dan menuding Plt Ketua Golkar Sumut Ahmad Doli Kurnia gagal. Loyalis Doli mengaku heran.

"Saya tegaskan, dan untuk dipahami semua kader Golkar di Sumut, Doli telah gagal mengemban amanah DPP Partai Golkar memenangkan Golkar di Pemilu 2019 dan melaksanakan Musda paling lambat 31 Juli 2020. DPP mesti ambil alih Musda Golkar Sumut," kata Ketua Korbid Politik, Hukum dan HAM DPD Partai Golkar Sumut, Hanafiah Harahap, Kamis (13/8/2020).

Hanafiah menyampaikan itu usai menyerahkan sikap ke DPP Golkar. Pernyataan itu berisi sikap dari sejumlah pengurus dan mantan pengurus Golkar Sumut, antara lain Riza Fakhrumi Tahir, Sahlul Umur Situmeang, Freddy Sembiring, Ilhamsyah, dan Zulchairi Pahlawan.

Sebagai informasi, Riza Fakhrumi merupakan Ketua Kosgoro 1957 Sumut. Dia menyatakan mendukung Ijeck sebagai bakal calon ketua Golkar Sumut.

Sementara itu, Hanafiah merupakan salah satu pihak yang menggugat hasil Musda Golkar Sumut beberapa waktu lalu ke Mahkamah Partai Golkar. Mahkamah Partai Golkar pun memutuskan Musda Golkar Sumut, yang telah menghasilkan Yasir Ridho Lubis sebagai Ketua, untuk diulang.

Hanafiah juga menyinggung soal kondisi Golkar Sumut yang dinilainya gagal saat Pemilu 2019. Dia juga menyinggung soal Yasir Ridho yang sempat mengembalikan duit terkait kasus suap dari eks Gubsu Gatot Pujo Nugroho ke KPK.

Selain itu, Hanafiah menyinggung survei terkait Pilkada 2020 yang digelar Golkar Sumut. Menurutnya, survei tak sesuai saran dari DPP Golkar.

"Kami tidak percaya hasil survei jadi rujukan untuk merekomendasi bakal calon kepala daerah karena survei itu dilakukan sembunyi-sembunyi. Hasilnya, pun tidak diberitahu kepada para bakal calon yang disurvei. Padahal, Golkar Sumut menggunakan uang mereka untuk biaya survei," ujar Hanafiah.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD Partai Golkar Sumut, Samsir Pohan, mengaku heran atas permintaan Hanafiah dkk. Dia mempertanyakan tujuan Hanafiah meminta musda diambil alih DPP.

"Terkait keinginan mengambil alih kepemimpinan Golkar Sumut tentu keinginan yang perlu dipertanyakan motivasinya. Lagi pula, tak baik mengintervensi kebijakan ketua umum. Pak Airlangga yang kami kenal tidak suka dengan gerakan grasa-grusu begitu. Kita harus hargai kebijakan DPP yang telah memperpanjang masa kepemimpinan Pelaksana Tugas Ketua Golkar Sumut. Tentu karena kepercayaan dari Ketua Umum dan DPP-lah Pak Doli dipercayakan mengantarkan Golkar Sumut sampai musda digelar," ujar Samsir.

Dia juga menepis tudingan soal Doli gagal menjadi Plt Ketua Golkar Sumut. Menurutnya, Doli justru menampilkan wajah baru di Golkar Sumut.

"Pak Doli selaku Plt Ketua Golkar Sumut justru berhasil memimpin Golkar di Sumatera Utara. Pak Doli berhasil menampilkan wajah baru Golkar di Sumut," ujarnya.

Samsir mengatakan Doli membuat hubungan baik antara pengurus Golkar kabupaten dan kota bisa berjalan lancar. Dia menyebut pengurus Golkar di Sumut menjadi seperti saudara di bawah kepemimpinan Doli.

"Beliau mengedepankan kebersamaan. Berkat tangan dingin beliau terbina hubungan yang baik antar kabupaten dan kota. Kami sudah seperti keluarga dan saudara, lebih dari sekadar hubungan anggota dan pimpinan," tutur Samsir.

(haf/aud)