1.410 Sekolah di Zona Hijau-Kuning Belajar Tatap Muka, Jawa Paling Sedikit

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 19:12 WIB
Sejumlah anak-anak di perbatasan RI semangat mengikuti pelajaran di sekolah. Mengalirnya listrik di sana diharapkan dapat menunjang kegiatan belajar para murid.
Foto ilustrasi sekolah tatap muka. (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengungkapkan data sekolah yang telah melakukan pembelajaran tatap muka di zona hijau dan kuning terkait pandemi virus Corona (COVID-19). Menurut catatan Kemendikbud, ada 1.410 sekolah yang telah melakukan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi.

"Yang sudah pembelajaran tatap muka itu 1.410 sekolah. Ini laporan sampai hari ini," kata Dirjen PAUD-Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud, Jumeri dalam telekonferensi Bincang Sore Kemendikbud pada Kamis (13/8/2020).

Jumeri mengatakan mayoritas daerah yang membuka sekolah di zona hijau dan kuning ada di Pulau Sumatera. Sedangkan jumlah sekolah yang sudah dibuka di Pulau Jawa masih cenderung sedikit.

"Jadi untuk sekolah yang sudah melayani tatap muka itu tadi jumlahnya cukup banyak, itu tadi ada di wilayah-wilayah di Sumatera yang di daerah hijau dan kuning banyak, kemudian Kalimantan Barat, kemudian Sulawesi Selatan, Papua Barat, NTT, sedangkan di Jawa relatif sedikit," ujar Jumeri.

Sementara itu, Jumeri mengatakan masih ada sekolah yang juga melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Total, menurutnya, ada 7.002 sekolah yang melakukan PJJ di zona kuning.

"Kami punya datanya dan ini dari yang lapor ini sudah ada di zona kuning dan hijau. Yang masih belajar dari rumah 7.002 sekolah," ujar Jumeri.

Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud JumeriDirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud Jumeri. (Tangkapan layar saat telekonferensi)

Lebih lanjut, Jumeri mengatakan tidak semua sekolah di zona hijau dan kuning yang membuka sekolah secara tatap muka. Menurutnya, sekolah yang ada tetap merujuk dan memperhatikan aturan dalam SKB 4 Menteri terkait Panduan Penyelenggaraan Pendidikan di Masa Pandemi COVID-19.

"Mudah-mudahan memperjelas bahwa ternyata yang sudah diberi kesempatan saja tidak semuanya langsung membuka. Mereka tetap memperhatikan ketentuan pada SKB 4 menteri yaitu mengajukan izin kepada dinas setempat dan sekolah siap atau tidak untuk menggelar tatap muka," tuturnya.

Diketahui, pemerintah RI memutuskan membuka sekolah di daerah zona kuning Corona. Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan pembelajaran tatap muka di zona kuning harus dilakukan dengan persyaratan dan protokol Kesehatan yang ketat.

"Kami beserta tiga kementerian (Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Kesehatan) lainnya mengimplementasikan perluasan pembelajaran tatap muka untuk zona kuning. Peluasan tatap muka zona kuning," kata Nadiem dalam telekonferensi di YouTube Kemendikbud pada Jumat (7/8).

(elz/ear)