Kemnaker Bantu Pekerja Perempuan Terkena PHK untuk Berwirausaha

Abu Ubaidillah - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 18:44 WIB
Kemnaker
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menegaskan pihaknya terus berupaya menekan pengangguran seminimal mungkin dengan program penanganan COVID-19, khususnya pekerja perempuan yang terkena PHK dan dirumahkan. Selain meningkatkan skill kompetensi tenaga kerja perempuan, pihaknya juga ingin mengembangkan pekerja perempuan menjadi seorang wirausahawan.

"Kami ingin mendorong pengusaha pemula dan mandiri dengan memfasilitasi pekerja perempuan yang terdampak COVID-19 agar memiliki minat untuk berwirausaha," kata Ida dalam keterangan tertulis, Kamis (13/8/2020).

Hal itu ia sampaikan dalam acara penyerahan bantuan program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) secara simbolis di Purwakarta, Jawa Barat. Ida juga menegaskan bantuan program TKM sebanyak total 168 paket ini adalah salah satu bentuk dukungan pemerintah kepada pekerja perempuan untuk tetap membangun semangat juang di masa pandemi.

"Separuh dari paket bantuan itu diberikan kepada kelompok pekerja perempuan, karena perempuan-perempuan ini memiliki semangat untuk membangun diri menjadi seorang wirausahawan yang mandiri," katanya.

Ida menilai, kelompok pekerja perempuan penerima TKM adalah pekerja yang dirumahkan dan terkena PHK akibat pandemi COVID-19 sehingga kehilangan pendapatan. Para pekerja perempuan tersebut tidak putus asa atau menyerah, melainkan dapat mengembangkan wirausaha secara mandiri.

"Kenapa pilih perempuan, karena perempuan paling banyak terkena dampaknya. Jadi atas semangat itu negara perlu hadir memberikan stimulan kepada teman-teman yang mau survive dan mandiri di masa yang sangat sulit ini," lanjut Ida.

Ida menyebut kegiatan pemberdayaan wirausaha baru TKM bertujuan untuk merangsang industri kecil, khususnya yang digerakkan pekerja perempuan dengan meningkatkan kreativitasnya.

Menurutnya, total pekerja formal dan informal terdampak pandemi COVID-19 hingga 31 Juli 2020 sudah lebih dari 3,5 juta orang secara nasional dan data yang telah di-cleansing (berdasarkan nama dan alamat) Kemnaker dengan BPJS Ketenagakerjaan mencapai 2.146.667 orang.

"Data yang sudah cleansing tersebut terdiri dari pekerja formal yang dirumahkan mencapai 1.132.117 orang, sementara pekerja formal yang di-PHK mencapai 383.645 orang. Sedangkan pekerja sektor informal yang terdampak mencapai 630.905 orang," pungkasnya.

(akn/ega)