Ciaattt!!! Caretaker Dirut PT DI Dikado Tendangan Maut

Ciaattt!!! Caretaker Dirut PT DI Dikado Tendangan Maut

- detikNews
Kamis, 05 Jan 2006 14:29 WIB
Bandung - Entah mimpi apa semalam Caretaker Dirut PT Dirgantara Indonesia (DI) Nuril Fuad. Seorang karyawan PT DI yang tidak puas dengan hasil pertemuan tripartit ujuk-ujuk menendang paha kirinya. Nuril pun langsung meradang.Peristiwa itu terjadi setelah Nuril bertemu dengan perwakilan Serikat Pekerja Forum Komunikasi Karyawan (SPFKK) PT DI dan ketua DPRD Provinsi Jawa Barat di Gedung DPRD, Jalan Diponegoro, Bandung, Kamis (5/1/2006).Saat itu Nuril berada di tengah kerumuman massa yang berkumpul di belakang Gedung DPRD. Tiba-tiba seorang karyawan yang belum diketahui identitasnya secepat kilat menendang paha kiri Nuril. Beruntung tendangan itu tidak menyebabkan Nuril terjerembab.Namun Nuril langsung naik darah. Sambil berteriak ia menantang karyawan yang tidak suka dengannya untuk bicara langsung dengan dia. "Kalau ada yang mau bicara ayo, tapi jangan main tendang!" cetus Nuril dengan garang.Untuk menghindari aksi yang tidak bertanggung jawab, Nuril langsung diamankan petugas keamanan hingga masuk ke mobilnya.Selain aksi tendang, di parkiran gedung DPRD juga terjadi pengrusakan sebuah mobil Toyota Kijang warna silver. Kaca mobil bernopol D 1670 GD itu hancur berantakan. Sementara keempat bannya disayat dengan kater hingga kempes.Namun tidak diketahui milik siapa mobil berstiker AURI itu dan siapa pelaku yang tega menghancurkannya.Sementara dalam pertemuan tripartit yang berlangsung selama 1,5 jam dibahas masalah dana pensiun untuk 3.400 karyawan yang diberhentikan beberapa waktu lalu. Dana yang besarnya sekitar Rp 250 miliar (versi karyawan) itu hingga kini belum dicairkan.Pertemuan berjalan tegang. Sempat mencuat usulan untuk digelar pertemuan dengan Menkeu Sri Mulyani dan Menneg BUMN Sugiharto untuk menentukan besaran angkanya.Sebab masing-masing pihak berpegang teguh pada persepsinya. Direksi, misalnya, menghitung dana yang harusnya diterima karyawan sejak upah terakhir dan rumusan dana pensiun dihitung sejak 1991.Namun karyawan menginginkan perhitungan dimulai sejak 2003. Soalnya, dengan hitungan tahun 1991, dana pensiun yang diterima jauh dari harapan.Pertemuan juga memutuskan DPRD Jawa Barat yang akan mengurus masalah dana pensiun karyawan PT DI. Pertemuan itu disaksikan secara langsung melalui televisi oleh 1.500 karyawan yang berada di luar gedung. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads