PDIP Minta Wakil Rakyat Labusel DPO Kasus Cabut Kuku Warga Serahkan Diri

Datuk Haris Molana - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 17:30 WIB
PDIP akan menggelar Rakornas untuk menyambut HUT ke-46 pada Kamis (10/1/2019) mendatang. Ratusan bendera PDIP merahkan jalanan Jakarta.
Bendera PDIP (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Medan -

Anggota Fraksi PDIP DPRD Labuhanbatu Selatan (Labusel) Imam Firmadi tersangka kasus dugaan penganiayaan warga masih diburu polisi. PDIP Sumut meminta wakil rakyatnya tersebut menyerahkan diri.

"Yang bersangkutan taat hukum. Itu sama dengan ya datangilah, penuhilah undangan polisi itu. Apakah statusnya tersangka atau saksi, apapun status dia yang ditetapkan oleh Kepolisian penuhi," kata Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik DPD PDIP Sumut, Aswan Jaya, Kamis (13/8/2020).

Aswan menyebutkan pimpinan PDIP kecewa terhadap Imam yang diduga telah melakukan penganiayaan. Dia mengatakan partai kecewa karena Imam tidak memenuhi panggilan dari pihak Kepolisian.

"Kemudian lebih kecewa lagi yang bersangkutan itu sampai saat ini belum memenuhi panggilan Kepolisian dalam rangka untuk memberikan keterangan," ujar Aswan.

"Sebagai anggota DPR, sebagai kader partai, sebagai tokoh masyarakat, ini contoh yang tidak baik bahwa beliau tidak taat hukum hingga saat ini. Nah ini tidak mencerminkan kader partai," sambung Aswan.

Menurut Aswan, seluruh kader PDIP seharusnya berkomitmen terhadap supremasi hukum. Pihaknya berharap Imam segera menyerahkan diri ke Kepolisian.

"Bahwa seluruh kader partai, harus berkomitmen dengan supremasi hukum karena itu salah satu agenda perjuangan PDIP kan. Kami berharap bahwa yang bersangkutan segera menghadap ke Kepolisian untuk memberikan keterangan. Kalau memang dia tidak bersalah, maka sampaikanlah itu. Tapi kalau memang dia merasa bersalah pertanggungjawabkan itu," sebut Aswan.

Aswan juga menyampaikan agar Imam tidak lari dari proses hukum. Dia mengatakan setiap warga negara harus bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukannya.

"Iya. Jangan lari dari proses hukum. Karena segala perbuatan kita sebagai tokoh masyarakat ya harus kita pertanggungjawabkan. Jangan tidak bertanggung jawab dengan apa yang dilakukan," ujar Aswan.

Tonton video 'PDIP Ungkap Alasan Tak Usung Akhyar di Pilwalkot Medan':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2