Menurun, Kasus Aktif Corona di RI Kini di Bawah Rata-rata Dunia

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 16:45 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito.
Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Pemerintah mengungkap kasus aktif COVID-19 di Indonesia menurun dalam satu bulan terakhir. Hal ini dilihat dari rekapitulasi angka rata-rata kasus aktif sejak 13 Juli-12 Agustus.

"Kami ingin menyampaikan tentang perkembangan jumlah kasus aktif COVID-19 dan seperti bisa dilihat di sini selama 30 hari sejak tanggal 13 Juli sampai dengan 12 Agustus atau kemarin, jumlah kasus aktif cenderung menurun, dan lumayan besar," kata juru bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito dalam konferensi pers di YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (13/8/2020).

Data kasus aktif corona di Indonesia dalam satu bulan terakhirData kasus aktif corona di Indonesia dalam satu bulan terakhir Foto: Tangkapan layar

Data kasus aktif di Indonesia dirata-ratakan setiap minggunya. Wiku menyebut pada 13 Juli rata-rata kasus aktif sebesar 47,59 persen. Angka itu jauh dari rata-rata dunia yakni 30,51 persen.

"Berawal kalau kita lihat pada 13 Juli sebesar 47,59 persen. Perlu kita ketahui bersama bahwa jumlah kasus aktif di dunia adalah 30,51 persen, jadi pada tanggal 13 Juli tersebut Indonesia masih di atas rata-rata jumlah kasus aktif di dunia," ujarnya.

Kemudian pada 20 Juli rata-rata kasus aktif yakni 41,94 persen. Lalu 3 Agustus sebesar 33,23 persen. Serta, data terakhir pada 12 Agustus rata-rata kasus aktif menunjukkan angka 29,85 persen, yang berarti sudah di bawah rata-rata dunia.

"Dan kemudian kalau kita lihat pada 20 Juli , jumlah kasus aktif turun menjadi 41,94 persen, dan pada tanggal 3 Agustus sudah mendekati rata-rata dunia yaitu 33,23 persen, dan pada tanggal 12 Agustus kemarin jumlah kasus aktif di Indonesia 29,85 persen yang sudah berada di bawah rata-rata dunia yaitu 30,51 persen, ini adalah kabar baik, karena jumlah kita kasus aktifnya telah menurun di bawah rata-rata dunia," ujarnya.

Tonton video 'Diklaim Pertama di Dunia, Vaksin Corona Rusia Diragukan Ilmuwan':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/imk)