Dipanggil Polisi, PKL Nangis Dilarang Jualan: Bukan Wakapolda Sumsel Kini

Raja Adil Siregar - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 14:37 WIB
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi bersama ibu PKL yang viral nangis dilarang jualan oleh istri eks wakapolda.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi bersama ibu PKL yang viral menangis dilarang jualan oleh istri eks Wakapolda. (Raja Adil Siregar/detikcom)
Palembang -

Video pengakuan Evita Sari, pedagang kaki lima (PKL) di Pasal 16 Ilir, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), menangis dan mengaku dilarang berjualan setelah menegur 'istri Wakapolda' beredar di media sosial. Polisi meminta keterangan kepada Evita soal kejadian itu.

"Tim Polda sudah menemui ibu yang bersangkutan dan suaminya. Sekarang kami masih akan meminta klarifikasi, tapi kejadian itu benar adanya," kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supariadi di Mapolrestabes Palembang, Kamis (13/8/2020).

Polisi akan mendalami soal perempuan yang mengaku sebagai istri wakapolda itu.

"Kita dalami dugaan apakah benar istri Wakapolda atau salah paham. Kami akan mintai keterangan terlebih dulu yang bersangkutan dengan Bu Evi dan suaminya, Pak Ali. Memang benar ada menyebut istri Wakapolda Sumsel, masih kami dalami," ujarnya.

Pantauan detikcom, Evita mendatangi Mapolrestabes Palembang bersama suaminya. Dia mengatakan peristiwa itu terjadi 6 bulan lalu.

"Kejadian itu sudah 6 bulan lalu. Saya sudah berulang kali minta maaf, tapi malah jualan saya ditutup. Benar video itu saya yang buat, karena ada yang minta buat video itu," ujarnya.

"Ibu itu bilang istri Wakapolda, langsung anaknya datang dan ngancam, 'Saya pastikan kamu nggak bisa jualan lagi'," sambungnya.

Tonton video 'Dimaki PKL yang Jualan di Trotoar, Walkot Padang Merespons Santai':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2