Sejumlah Pegawai Reaktif COVID-19, Kantor BMKG Tutup Sementara

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 13:55 WIB
Petugas kesehatan melakukan Rapid tes terhadap petugas jagal kurban di kawasan Puri Beta, Tangerang, Banten, Jumat (31/7/2020). Rapid tes ini dilakukan untuk mencegahnya penularan COVID-19.
Ilustrasi rapid test (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Kantor Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ditutup sementara. Penutupan itu dilakukan lantaran adanya sejumlah pegawai yang reaktif virus Corona (COVID-19) dari hasil rapid test.

"(Rapid Test) Tes terakhir di kantor pusat BMKG dilaksanakan pada tanggal 12 Agustus 2020. Hasil tes ini menunjukkan bahwa sejumlah pegawai terkonfirmasi reaktif. Namun hasil ini tentunya tidak bisa dijadikan acuan utama," demikian keterangan dari Bagian Hubungan Masyarakat Biro Hukum dan Organisasi BMKG, Kamis (13/8/2020).

BMKG menjelaskan, seluruh pegawai yang reaktif COVID-19 telah menjalani tes swab. Hasil tes swab tersebut akan keluar 3-5 hari mendatang.

"Untuk itu, sejumlah pegawai yang reaktif tersebut telah menjalani rangkaian tes lanjutan berupa tes SWAB yang hasilnya baru akan keluar dalam 3-5 hari mendatang," kata BMKG.

Penutupan kantor BMKG sendiri dilakukan selama seminggu. Seluruh pegawai diminta untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

"Sehubungan dengan perkembangan tersebut di atas, untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 langkah yang diambil adalah menutup sementara kantor dan melaksanakan Work From Home (WFH) selama satu minggu ke depan (13 Agustus sampai dengan 20 Agustus 2020) bagi semua pegawai kantor pusat, dengan tetap menjaga produktivitas kinerja yang dilaporkan secara digital rutin dan berjenjang," tutur BMKG.

Meski kantor ditutup, BMKG memastikan pengamatan meteorologi, klimatologi dan geofisika tetap terus berjalan normal. Layanan informasi prakiraan/prediksi dan peringatan dini juga dipastikan tetap terus terjaga dan tersebar ke masyarakat secara digital dan realtime melalui sistem Internet of Thinks (IoT).

"Selanjutnya kami akan terus melakukan test Covid-19 secara rutin seperti sebelumnya sebagai upaya monitoring dan manajemen kerja di lingkungan BMKG," ujarnya.

(mae/hri)