BMG: Pemukiman di 4 Pegunungan di Jateng Rawan Longsor
Kamis, 05 Jan 2006 13:57 WIB
Semarang - Melihat kondisi geografis dan cuaca, longsor sebagaimana terjadi di Banjarnegara dimungkinkan akan terjadi lagi di Jateng. Pemukiman di empat pegunungan diharapkan waspada.Pegunungan yang patut mendapat perhatian adalah Gunung Sindoro, Sumbing, Slamet, dan Muria. Daerah yang berada di sekitar Gunung Sindoro, Sumbing dan Slamet Daerah adalah Banjarnegara, Temanggung, Wonosobo, Banyumas, dan Purbalingga. Sedangkan daerah di sekitar Gunung Muria adalah Jepara."Curah hujan di sekitar gunung selalu lebih tinggi. Rata-rata 600 mm lebih per bulan. Ini bisa memicu pergerakan air dan tanah di kawasan dataran tinggi," ungkap Kepala Seksi Data dan Informasi BMG Stasiun Klimatologi Semarang M Yahya kepada detikcom di kantornya, Jl. Siliwangi, Kamis (5/1/2006).Yahya mengakui memang ada beberapa faktor yang menimbulkan longsor seperti kemiringan dan tanah yang labil. Kawasan pegunungan tidak selalu longsor. Namun ia mengharap warga di kawasan itu lebih berhati-hati karena hujan dipastikan akan turun terus menerus selama Bulan Januari.Dari pantauan cuaca, angin yang membawa awan datang dari arah Barat Jateng. Ketika sampai di daerah pegunungan, angin itu berputar memusat dan menimbulkan curah hujan yang sangat tinggi. Dan, hujan itu sering kali berlangsung lama.Dia mencontohkan, pada pukul 13.00 WIB, Rabu (4/1) kemarin, hujan sudah mengguyur pegunungan Sindoro dan Sumbing. Padahal di daerah lain cuacanya masih mendung, belum ada setitik pun hujan."Sudah seharusnya kalau warga di sekitar gunung waspada. Kondisi cuaca dan alam sangat memungkinkan terjadinya longsor. Tapi kalau kondisi tanah lumayan bagus dan hutan cukup, longsor bisa diminimalisir," terangnya.Masih berkait dengan musim hujan, Yahya menyebutkan, kalau di kawasan pegunungan rawan longsor, maka di daerah Pantura Jateng rawan banjir. Sepanjang Brebes hingga Rembang dimungkinkan terjadi banjir."Ya mulai Brebes, Pekalongan, Kendal, Semarang, Demak, dan Rembang yang rawan banjir. Daerah itu kan berada di dataran rendah. Apalagi hujan deras mengguyur tiap hari," demikian M. Yahya.
(nrl/)











































