BPK Tak Ikut Cawe-cawe Soal Jaguar
Kamis, 05 Jan 2006 13:24 WIB
Jakarta - Meski ikut bertanggung jawab menciptakan pemerintahan yang bersih, BPK tidak akan mengaudit lembaga Kepresidenan menindaklanjuti laporan Egi Sudjana tentang indikasi pemberian mobil mewah pada tiga pembantu terdekat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Kalau orang menerima gratifikasi, apa bentuk kue atau mobil, itu bagian KPK. Yang seperti itu bukan lahan BPK," kata Ketua BPK Anwar Nasution. Pernyataan tersebut ia sampaikan pada wartawan usai mengikuti pembukaan seminar 40 Tahun Tritura di Gedung Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (5/1/2006). Anwar mengakui, bahwa lembaga yang ia pimpin punya tugas menciptakan dan menjaga agar pejabat pemrintahan bebas dari tindak korupsi dan penyuapan. Tapi, kewenangannya audit adalah pada lembaga. Bukan pada individu aparatnya. "Tugas BPK itu kan melakukan audit kepada keuangan negara, termasuk BUMN," ujarnya pendek.
(nrl/)











































