Menko Kesra Buka Konsultasi AIDS, ATM Kondom Diserbu
Kamis, 05 Jan 2006 12:06 WIB
Jakarta - ATM kondom mungkin bukan barang baru. Tetapi benda inilah yang diserbu orang saat acara Konsultasi Penanggulangan HIV/AIDS yang dibuka Menko Kesra Aburizal Bakrie.Dua unit mesin ATM kondom nongkrong di Ballroom Hotel Hilton, Jakarta, Kamis (5/1/2005). Masing-masing ATM dijaga seorang petugas BKKBN.Bagi yang berminat mencoba produk kondom aneka rasa ini tinggal mencemplungkan tiga koin gopek alias Rp 1.500 perak ke dalam ATM. Kondom yang keluar pun masih gres dan berlaku hingga 2009. Berbeda dengan kondom kadaluwarsa yang sebelumnya beredar lewat mesin vending sejenis bulan lalu. Duit logam itu sudah disediakan panitia dalam mangkok. Jika duit receh itu habis, dipasok lagi oleh petugas. Karena gratis, walhasil, peserta pertemuan pun antusias mencobanya. Mereka bahkan terlihat mengantre dan berkerumun. "ATM ini hanya sementara dipasang selama ada konsultasi AIDS," kata petugas BKKBN.Egoisme SektoralDalam pidatonya, Menko Kesra Aburizal Bakrie menilai egoisme sektoral menjadi pemicu kegagalan penanggulangan masalah di Indonesia, termasuk penanggulangan HIV/AIDS."Terjadi saling lempar tanggung jawab. Ini masalah Depkes, ini masalah Kesra, seharusnya tidak begitu. AIDS adalah masalah bersama," kata pria yang akrab disapa Ical ini dalam pidatonya di pertemuan konsultasi 100 bupati/walikota dan ketua DPRD dalam rangka akselerasi penanggulangan AIDS di Indonesia.Dikatakan Ical, sejak pertama kali ditemukan kasus AIDS pada turis Belanda yang meninggal di rumah sakit Sanglah Bali pada tahun 1997, sampai Desember 2005 telah terjadi 9.565 kasus HIV/AIDS. "Bila tidak ditangani dengan baik, tahun 2010 diperkirakan mencapai angka 130 ribu penderita," ujar Ical yang juga menjabat Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional.Ical akan mereorganisasi KPA dengan melibatkan berbagai komponen, termasuk swasta. "Saya harapkan Pemda melacak secara bijak pengidap HIV/AIDS yang belum terpantau karena mereka adalah sumber penularan yang berbahaya," tutur Ical.
(aan/)











































