Polisi Ungkap Modus Pembunuhan WN Taiwan: Eksekutor Pura-pura Tagih Pajak

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 19:26 WIB
Sari Sadewa, otak pembunuhan WN Taiwan
Sari Sadewa, otak pembunuhan WN Taiwan (Matius Alfons/detikcom)
Jakarta -

WN Taiwan Hsu Ming Hu (52) dibunuh oleh para pembunuh bayaran yang disewa oleh tersangka Sari Sadewa, di kediamannya di Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Para eksekutor mendatangi rumah korban dengan berpura-pura sebagai petugas pajak.

"Saat itu para pelaku menggunakan mobil masuk ke halaman rumah korban, lalu mengetok dan menyampaikan sebagai karyawan pajak. Korban membuka pintu dan persilakan masuk," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana, saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Rabu (12/8/2020).

Sebelumnya, para eksekutor menggambar situasi di rumah korban. Eksekusi dilancarkan pada 24 Juli 2020 sekitar pukul 17.30 WIB.

Saat itu korban sendirian di rumahnya. Setelah dipersilakan masuk, para eksekutor menyampaikan korban memiliki tunggakan pajak.

"Di situ disampaikan korban ada tagihan pajak Rp 9 M," ucap Nana.

Saat proses pembicaraan, salah satu eksekutor, yakni Supriatin alias Asep, berpura-pura hendak menumpang buang air kecil di toilet. Kemudian Asep memancing korban untuk datang ke toilet dengan menyampaikan bahwa keran air kamar mandi rusak.

Korban kemudian mendatangi kamar mandi. Seketika itu, Asep menusuk korban.

"Korban datang lalu di situ dilakukan penusukan. Jadi ada 5 tusukan, 2 di dada, 3 di sekitar perut, dan korban tak berdaya," ujarnya.

Setelah itu, korban dimasukkan ke mobil dan dibawa ke daerah Subang, Jawa Barat. Di Subang, jasad korban dibuang ke Sungai Citarum.

"Lalu ditemukanlah mayatnya. Jadi selama tanggal 24 Juli malam dibuang, tanggal 26 Juli ditemukan oleh masyarakat. Korban lalu diproses ditangani Polres Subang dan diautopsi dan dikubur di sekitar Subang," paparnya.

Seperti diketahui, ketiga eksekutor pembunuhan ini dibayar oleh Sari Sadewa sebesar Rp 150 juta. Sari Sadewa mendapatkan para eksekutor ini dari tersangka FN.

Pembunuhan ini dilatarbelakangi rasa sakit hati Sari Sadewa. Sari Sadewa menyimpan dendam setelah dirinya dihamili oleh korban. Namun, bukannya bertanggung jawab, korban justru memintanya menggugurkan kandungannya.

Selain Sari, Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin oleh AKBP Handik Zusen, AKP Ressa F Marasabessy, dan AKP Rulian menangkap 3 tersangka lainnya. Ketiganya adalah perempuan berinisial F, Suyanto, dan Alfiyan.

Tonton video 'Terungkap, Motif Sekretaris Bunuh WN Taiwan: Sakit Hati Dihamili':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/mei)