Anggota DPRA Kritik Tour Moge di Hari Damai Aceh, Ini Kata Badan Reintegrasi

Agus Setyadi - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 18:21 WIB
Sejumlah pengendara Moge melintas di Flyover Pancoran, Jakarta, Minggu (31/05/2020). Mereka berkonvoi jelang penerapan new normal.
Foto: Ilustrasi touring moge (Rengga Sancaya)
Banda Aceh -

Anggota DPR Aceh (DPRA) Iskandar Usman Alfarlaky mengkritik kegiatan touring motor gede (moge) yang diselenggarakan Badan Reintegrasi Aceh (BRA) untuk memperingati Hari Damai Aceh. Bagaimana respons BRA?

"(Jadi touring moge) ingin menyampaikan Aceh damai, ingin bersama kelompok lain atau golongan lain, ingin menyampaikan Aceh sudah damai," kata Ketua BRA Fakhrurrazi dalam diskusi virtual, Rabu (12/8/2020).

Fakhrurrazi menuturkan kegiatan tersebut digelar dengan harapan para pengendara moge bisa bahwa Aceh sudah damai. Dia juga mengajak semua pihak mengisi Hari Damai Aceh seperti lembaga-lembaga lain.

"Supaya Hari Damai Aceh bisa mereka (peserta touring) sampaikan ke seluruh Indonesia dan seluruh dunia bahwa aceh sudah damai, semoga damai ini tetap abadi," jelas Fakhrurrazi.

Sebelumnya, tour moge yang digelar BRA berkat kerja sama dengan Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) mendapat sorotan dari berbagai pihak. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari itu, 12-14 Agustus. Para peserta diagendakan melintasi sepuluh kabupaten/kota di Aceh, mulai dari Banda Aceh hingga ke Aceh Tamiang.

Anggota DPR Aceh, Iskandar Usman Alfarlaky, mengatakan, touring moge yang digelar BRA dapat melukai hati masyarakat Aceh serta korban konflik. Dia menilai kegiatan tersebut tidak mempunyai manfaat bagi masyarakat.

"Tour moge itu dapat melukai hati korban konflik Aceh. Ini sangat menyayat hati para mantan kombatan," kata Iskandar saat dimintai konfirmasi.

Divisi Advokasi dan Kampanye Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh, Azharul Husna, mengatakan, kegiatan touring yang melintasi jalur utara Aceh itu menghabiskan anggaran senilai Rp 305 juta yang bersumber dari dana refocusing APBA. Dia menilai anggaran refocusing seharusnya digunakan untuk menangani pandemi COVID-19 di Aceh.

"Angka pandemi di Aceh kian meningkat, di tengah kondisi fasilitas kesehatan yang semakin buruk karena pandemi, bisa dibayangkan anggarannya itu malah digunakan untuk pergi touring," kata Husna.

Tonton video 'Awan 'Tsunami' Muncul di Langit Meulaboh':

[Gambas:Video 20detik]



(agse/zak)