Anggota DPRA Kritik Tour Moge di Hari Damai Aceh: Lukai Hati Korban Konflik

Agus Setyadi - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 17:01 WIB
Sejumlah pengendara Moge melintas di Flyover Pancoran, Jakarta, Minggu (31/05/2020). Mereka berkonvoi jelang penerapan new normal.
Foto: Ilustrasi konvoi motor gede (Moge) (Rengga Sancaya/detikcom).

KontraS menilai kegiatan touring tersebut tidak punya relevansi dengan perdamaian Aceh yang masih menyisakan banyak persoalan hingga saat ini. Menurut Husna, touring tersebut sama sekali tidak sensitif terhadap kondisi psikologis masyarakat hari ini.

"(Touring ini) sama sekali tidak bermanfaat, di sisi lain, perdamaian Aceh perlu menjadi refleksi kita bersama terkait banyak persoalan yang belum tertangani pasca konflik. Kegiatan jalan-jalan itu sangat tidak sensitif terhadap apa yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat korban pelanggaran HAM di Aceh," jelas Husna.

Berdasarkan kajian KontraS Aceh, katanya, selama 15 tahun perdamaian Aceh masih banyak persoalan yang belum tuntas. Pemenuhan hak korban konflik, pemulihan fisik dan psikis korban serta pengungkapan kebenaran dan rekonsiliasi pasca konflik yang masih harus menempuh jalan panjang.

"BRA harusnya bisa melihat hal ini dan bukan malah meloloskan kegiatan yang tidak ada manfaatnya untuk korban konflik, merekalah yang paling terdampak dan membutuhkan perhatian, bukan hanya acara-acara simbolis yang digelar setiap tahun oleh para elit di pemerintahan," ujarnya.

detikcom sudah mencoba mengkonfirmasi soal Tour Moge ini ke Karo Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Aceh, Muhammad Iswanto. Namun hingga kini belum ada jawaban.

Halaman

(agse/aik)