Analisisnya soal Prabowo Bisa Gantikan Ma'ruf Viral, Dosen UNJ Buka Suara

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 15:29 WIB
Dosen UNJ Ubedilah Badrun (Foto: dok pribadi)
Foto: Dosen UNJ Ubedilah Badrun (Foto: dok pribadi)

Kendati demikian, Ubedilah menekankan bahwa butuh landasan yang kuat untuk mengganti Ma'ruf Amin. Selain itu, kata dia, syarat-syarat konstitusional perihal penggantian itu juga harus dipenuhi.

"Jika kemudian wakil presiden berhalangan, berhalangan itu bisa saja karena berhalangan tetap karena sakit, karena tidak mampu menjalankan fungsi sebagai wakil presiden, maka wakil presiden pengganti itu memang diserahkan kepada presiden untuk memilih 2 calon wakil presiden untuk dipilih di MPR. Jadi posisi Presiden Jokowi cukup penting untuk mencari 2 orang yang nanti akan dipilih oleh MPR. Sehingga memungkinkan siapapun untuk menjadi wakil presiden dalam pemilihan di MPR. Apakah itu Prabowo, apakah itu siapa, Tito Karnavian atau yang lain, itu kan terserah Jokowi," kata Ubedilah.

"Tapi yang penting clear apakah betul Ma'ruf itu memenuhi syarat dia diberhentikan. Kalau nggak memenuhi syarat ya nggak bisa. Ini nanti bisa berbalik kalau isunya bergeser menjadi kegagalan pemerintahan, karena tidak mampu mengatasi situasi ekonomi dll, maka bisa jadi yang diarah justru presidennya. Ini kita lihat isu ini sebagai antisipasi dari kemungkinan buruk, jadi sebagai presiden dan elite politik saya kira harus siap-siap dengan kondisi yang memungkinkan perubahan politik yang cukup drastis ini," sambungnya.

Sebelumnya, analisa Ubedilah mengenai isu Ma'ruf Amin akan digantikan Prabowo itu menjadi viral. Isu tersebut pun banyak digaungkan di media sosial dengan narasi Ma'ruf Amin akan diganti.

Respons Istana Wapres dan Gerindra

Redaksi telah berupaya meminta penjelasan pihak Wapres Ma'ruf Amin mengenai analisis Ubedilah ini. Salah seorang staf khusus Wapres menolak memberikan penjelasan yang bisa dikutip untuk pemberitaan.

Sementara itu Gerindra, partai politik yang dipimpin oleh Prabowo menyatakan analisis Ubedilah tersebut tidak masuk akal. Kabinet, dianggap Gerindra, sedang kompak-kompaknya.

"Jadi, jangan diadu dombalah, jangan ada narasi yang bisa mengadu domba Pak Prabowo dengan siapa pun termasuk dengan Pak Wakil Presiden. Kita senantiasa mendoakan Pak Wakil Presiden sehat wal afiat, segar bugar, energik, dan bisa menyelesaikan tugasnya sampai masa akhir jabatan," kata juru bicara Gerindra, Habiburokhman.

Halaman

(mae/fjp)