Analisisnya soal Prabowo Bisa Gantikan Ma'ruf Viral, Dosen UNJ Buka Suara

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 15:29 WIB
Dosen UNJ Ubedilah Badrun (Foto: dok pribadi)
Foto: Dosen UNJ Ubedilah Badrun (Foto: dok pribadi)
Jakarta -

Analisis Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun yang menyatakan Menhan Prabowo Subianto bisa menggantikan Ma'ruf Amin sebagai Wapres viral dan menuai beragam tanggapan. Ubedilah mengatakan analisanya itu merupakan sebuah tafsir politik.

Diminta konfirmasi mengenai analisisnya itu, Ubedilah menjelaskan tafsir politiknya itu bermula dari mendadaknya proses pemilihan Ma'ruf Amin sebagai pendamping Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019 lalu. Padahal, kala itu, ada Mahfud Md yang disebut telah disiapkan sebagai calon wakil presiden.

"Tentu secara politik, dalam tafsir politik ya, PDIP sebagai pendukung Jokowi cukup tidak beruntung kalau wapresnya Mahfud Md. Karena kan 2024 Jokowi tidak bisa mencalonkan lagi. Karena posisi wapres itu menjadi sangat penting untuk periode 2019-2024. Karena dia menjadi orang kedua di republik ini yang mobilitasnya mesti tinggi dan kemudian dia bisa melakukan apa yang disebut dengan imaging policy ya jadi dengan kegiatannya, langkah-langkahnya dia akan membentuk citra yang memungkinkan untuk ikut kontestasi 2024. Kalau Mahfud Md kan nanti yang diuntungkan PKB atau partai-partai yang lain. PDIP tidak beruntung," tutur Ubedilah ketika dihubungi, Rabu (12/8/2020).

Menurut Ubedilah, cepatnya proses pemilihan itu memunculkan dugaan bahwa PDIP memilih calon wakil presiden yang lebih menguntungkan dan bisa dihentikan di tengah jalan. Karena itu, dipilihlah Ma'ruf Amin.

"Nah, pada titik itu tentu politisi yang berada pada kubu mereka mencari wapres yang kira-kira bisa dihentikan di tengah jalan atau wapres yang memang sudah sepuh. Itu kan tafsir politik. Karena prosesnya tidak normal kan, waktu pencalonan itu kan sangat mendadak. Jadi makanya itu memungkinkan tafsir semacam itu," katanya.

Ubedilah pun kemudian menjelaskan mengapa nama Prabowo yang paling santer diisukan menggantikan Ma'ruf Amin. Sebab, Prabowo memiliki legitimasi politik yang kuat.

"Kenapa muncul Prabowo, karena Prabowo kan rival, kontestan Pemilu 2019 yang posisinya suaranya kedua setelah Jokowi menurut hasil dari KPU. Artinya dia orang kuat yang didukung oleh pemilih yang sangat banyak. Jadi kalau presiden dan wakil presiden 2 orang kuat yang secara elektoral memiliki legitimasi politik yang kuat, saya kira mungkin pemerintahannya akan menjadi kuat. Jadi ada argumen ke sana dari wacana yang saya tangkap muncul di media sosial dan arena publik. Jadi lebih ke arah legitimasi kalau saya lihat," papar Ubedilah.

Menurut Ubedilah, perlu sosok yang kuat untuk bisa dibawa ke sidang MPR. Karena itu, dia menilai Prabowo merupakan kandidat yang kuat untuk diajukan sebagai calon wakil presiden.

"Karena kalau yang lain kan, untuk mencari legitimasi politik kan cukup berat, karena pertama dukungan politik nggak mudah ya untuk mendapatkan dukungan politik dari parpol. Yang lainnya juga saya lihat argumennya, PDIP dengan Gerindra memiliki ideologi yang sama, warna ideologi yang sama. Selain itu, Gerindra juga suara terbanyak kedua bersama PDIP dan Golkar kan, saya kira wajar kalau kemudian yang muncul nama Prabowo. Atau mungkin juga Airlangga Hartarto, karena kan Golkar partai besar juga. Jadi yang antaya Prabowo dan Airlangga Hartarto yang memungkinkan dipilih di MPR, jika Pak Ma'ruf Amin berhalangan karena sakit, karena nggak mampu menjalankan amanah sebagai wapres," tuturnya.

Tonton video 'Prabowo Berkomitmen Sukseskan Pemerintahan Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2