Polisi Minta Keterangan ABN Amro

14 Hari Citra Hilang

Polisi Minta Keterangan ABN Amro

- detikNews
Kamis, 05 Jan 2006 10:36 WIB
Polisi Minta Keterangan ABN Amro
Jakarta - Gadis cantik Citra Sari Dewi 14 hari sudah hilang. Polisi terus melakukan penyelidikan. Kamis (5/1/2006), polisi meminta keterangan pihak ABN Amro Bank, tempat Citra bekerja."Kita terus koordinasi dengan polisi. Hari ini Polsek Cempaka Putih akan minta keterangan ABN Amro. Tapi jadi atau tidak kita belum tahu soalnya belum telepon lagi," kata Maman Sutarman, paman Citra kepada detikcom, Kamis (5/1/2005)Citra yang bekerja sebagai resepsionis ABN Amro Bank hilang sejak 23 Desember 2005. Gadis berkulit putih dan berhidung mancung itu tak diketahui keberadaannya setelah pamitan untuk berangkat kerja pukul 06.00 WIB.Pada 23 Desember 2005 itu, Citra ditunggu ABN Amro untuk rapat. Namun gadis itu tak kunjung datang. Hari itu Citra juga merencanakan ke totok pelangsing bersama teman kerjanya setelah pulang kerja.Polisi telah memeriksa kos, dua lokasi ATM yang dipakai untuk mengambil tabungan Citra, di Depkes dan Universitas Yarsi. Pemeriksaan terhadap dua lokasi ATM itu dilakukan karena dari cetak rekening tabungan Citra di Bank Mandiri, sehari setelah gadis itu menghilang, terjadi dua kali penarikan tabungan via ATM. Polisi juga telah meminta keterangan orang-orang yang mengenal Citra, pemilik kos Abdul Hakim, teman kos Nisa, pacarnya Zulhan, mantan pacar Candru dan orang tua Citra sendiri, Tatang Sudarto.Terakhir keluarga melacak Citra lewat friendsternya. Paman Citra, Ibnu Rusy El Wahdi alias Rudy login ke situs gaul itu untuk mengetahui teman-teman gadis itu. Namun tindakan keluarga Citra itu justru menimbulkan dugaan lulusan London School itu sengaja menghilang. Dugaan itu disampaikan sejumlah pembaca detikcom yang sempat mengakses friendster Citra, Aditya dan Eko. Keluarga Citra meluruskan dugaan tersebut yang belum tentu benar."Saya hanya ingin melurusnya. Sampai saat sekarang kita tidak tahu apakah Citra itu menghilangkan diri atau dihilangkan paksa oleh orang lain. Kita sekarang hanya bisa pasrah dan berharap yang terbaik," kata Maman. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads