Stroke yang Dialami Sharon Hadiah dari Tuhan

Stroke yang Dialami Sharon Hadiah dari Tuhan

- detikNews
Kamis, 05 Jan 2006 10:14 WIB
Jakarta - Serangan stroke dan pendarahan otak yang dialami Perdana Menteri (PM) Israel Ariel Sharon mengundang reaksi beragam. Ada yang mengkhawatirkan dirinya, namun ada pula yang mensyukuri hal tersebut.Seorang pemimpin radikal Palestina di Damaskus, Suriah, menyebut stroke tersebut sebagai hadiah dari Tuhan. Demikian dikatakannya kepada kantor berita Associated Press, Kamis (5/1/2006)."Jujur kami mengatakan bahwa Tuhan Maha Besar dan mampu melakukan pembalasan pada tukang jagal ini. Kami bersyukur pada Tuhan atas hadiah yang diberikan bagi kami di tahun baru ini," cetus Ahmed Jibril, pemimpin faksi Popular Front for the Liberation of Palestine-General Command, kelompok radikal kecil Palestina yang didukung Suriah.Namun seorang komentator Palestina di jaringan televisi Al-Arabiya milik Arab Saudi mendoakan kesembuhan Sharon. "Sharon yang hidup lebih baik bagi rakyat Palestina sekarang ini, meskipun semua kejahatan yang telah dilakukannya tehadap kami," kata Ghazi al-Saadi. Dia memuji Sharon atas penarikan mundur Israel dari Jalur Gaza baru-baru ini. Menurutnya, Sharon merupakan pemimpin pertama Israel yang berhenti mengklaim bahwa Israel punya hak atas semua tanah Palestina. Saat ini Sharon tengah menjalani operasi untuk menghentikan pendarahan di otaknya. "Perdana Menteri tengah dioperasi, ini berlangsung sebagaimana mestinya," ujar Dr. Shlomo Segev, dokter pribadi Sharon. "Kita harus menunggu dengan sabar. Saya harapkan dia keluar dari ruang operasi dengan selamat," imbuhnya. Namun sejumlah dokter ahli mengatakan bahwa peluang Sharon untuk sembuh total adalah tipis. "Ini termasuk yang paling berbahaya dari semua jenis stroke, sebagian korban sekarat dalam sebulan," kata Dr. Robert A. Felberg, seorang ahli syaraf di Ochsner Clinic di New Orleans, AS.Hal senada diungkapkan Dr. Philip Steig, kepala operasi syaraf di Weill-Cornell Medical Center di New York, AS. "Fakta bahwa dia memerlukan respirator berarti itu sangat serius," tuturnya. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads