Menaker dan Pelaku Pariwisata Dialog Cari Solusi Hadapi Pandemi

Yudistira Imandiar - detikNews
Selasa, 11 Agu 2020 21:02 WIB
Kemnaker
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengadakan dialog dengan pengusaha hotel dan restoran di Jakarta. Dialog tersebut bertujuan untuk bertukar informasi terkait aspek ketenagakerjaan di sektor pariwisata pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Ida menuturkan pandemi COVID-19 berdampak luas pada industri pariwisata di seluruh dunia karena anjloknya permintaan dari wisatawan domestik maupun mancanegara. Penurunan aktivitas wisata didasari pemberlakuan berbagai pembatasan perjalanan oleh banyak negara guna mencegah penyebaran virus Corona.

"Pemerintah menyadari bahwa sektor pariwisata merupakan sektor paling terdampak akibat wabah COVID-19," ujar Ida dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2020).

Ia menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan 12 Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker Provinsi untuk mengidentifikasi dampak pandemi COVID-19 terhadap dunia ketenagakerjaan.

Ida juga meminta serikat pekerja dan serikat buruh untuk membantu mengidentifikasi para pekerja yang membutuhkan program Kemnaker. Data dan informasi dibutuhkan untuk mencari solusi melalui program kerja pemerintah.

"Yang dibutuhkan adalah kerja sama yang mengedepankan dialog sosial untuk mencari solusi terbaik dan menghindari PHK," terang Ida.

Ida menegaskan, upaya membangkitan suatu perusahaan salah satunya ditunjang oleh manajemen perusahaan khususnya bagian Human Resource Development (HRD).

"Peranan para manager HRD di perhotelan sangat strategis dalam mengelola tenaga kerja, sejak pra-employment, during employment sampai kepada post-employment. Peranan tersebut dimanifestasikan agar dinamika ketenagakerjaan menjadi kondusif atau meminimalisasi gejolak ketenagakerjaan yang tidak diinginkan," papar Ida.

Ida mengemukakan pengelolaan tenaga kerja di industri perhotelan dapat disinergikan dengan program-program di Kementerian Ketenagakerjaan. Salah satunya untuk mengantisipasi transformasi ketenagakerjaan diperlukan pelatihan vokasi yang baik melalui skema skilling, reskilling, upskilling, pemagangan, peningkatan produktivitas, dan yang tidak kalah pentingnya adalah soft skill.

Kementerian Ketenagakerjaan, lanjut Ida, memiliki sejumlah program seperti pelatihan dan sertifikasi, penempatan dan perluasan kesempatan kerja, keselamatan dan kesehatan kerja, serta hubungan industrial dan jaminan sosial.

"Program-program tersebut dapat disinergikan dan dikolaborasikan dengan bidang perhotelan dan restoran," tuntas Ida.

(akn/ega)