Sambut Hari UMKM Nasional, Unilever Beri Bantuan ke 147 Ribu Warung

Angga Laraspati - detikNews
Selasa, 11 Agu 2020 18:52 WIB
Unilever
Foto: Unilever Indonesia
Jakarta -

Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang cukup signifikan bagi sektor ekonomi di Indonesia yang 99% entitas bisnisnya merupakan UMKM. Berbagai program bantuan juga telah diberikan oleh berbagai pihak kepada UMKM mulai dari pemerintah hingga swasta seperti bantuan kredit hingga bantuan modal usaha.

Hal tersebut juga dipaparkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pada sambutannya di webinar yang digelar Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) dan Katadata.id dengan tema besar #JagaUMKMIndonesia. Airlangga menuturkan pemerintah terus berupaya mengakselerasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan mengalokasikan stimulus sebesar Rp 123,46 triliun.

Airlangga menambahkan pemerintah juga mendorong penggunaan barang-barang di dalam negeri melalui gerakan nasional bangga buatan Indonesia, serta menyiapkan bantuan produktif untuk pelaku usaha mikro dan beberapa upaya peningkatan kemampuan usaha mikro.

"Salah satu yang sedang dipersiapkan adalah ketersediaan kredit modal kerja yang ditargetkan kepada 12 juta pelaku UMKM dengan besaran bantuan masing-masing sebesar Rp2,4 juta. Untuk mendukung kebangkitan mereka, tentunya konsumsi masyarakat sebagai kontributor utama dari perekonomian Indonesia juga menjadi kunci," tutur Airlangga dalam sesi pertama webinar #JagaUMKMIndonesia, Selasa (11/8/2020).

Tak hanya pemerintah, kini juga sudah banyak pihak swasta yang bekerja sama dengan pemerintah dalam upaya mendampingi bisnis UMKM agar dapat bertahan dan tetap berjualan di era tatanan baru menuju Indonesia maju. Salah satunya PT Unilever Tbk yang meluncurkan kampanye #UnileverUntuk Indonesia yang membantu penguatan UMKM di Indonesia khususnya pedagang warung.

Kampanye yang diluncurkan melalui webinar yang digelar Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) dan Katadata.id dengan tema besar #JagaUMKMIndonesia ini mengetengahkan pentingya gotong royong antara pihak swasta dan pemerintah dalam mendampingi usaha kecil. Lewat kampanye ni, Unilever juga memberikan bantuan produk kebersihan, alat pelindung diri (APD), dan tambahan modal buat 147 ribu pemilik warung yang terdampak COVID-19.

Presiden Direktur PT Unilever Indonesia, Tbk. Hemant Bakshi menuturkan, hampir semua sektor terkena dampak dari pandemi, terlebih para pelaku UMKM. Menurutnya, gotong royong dari berbagai pihak sangatlah penting untuk membantu penguatan UMKM dan kebangkitan bersama.

UnileverFoto: Unilever Indonesia

"Bagi Unilever Indonesia, kemitraan dengan para pelaku UMKM - khususnya para mitra pedagang warung kami - adalah bagian penting dari ekosistem dan pertumbuhan sejak awal kami berdiri," ujar Hemant.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan kampanye #UnileverUntukIndonesia ini melanjutkan menyambung berbagai inisiatif sebelumnya dari Unilever Indonesia. Lewat kampanye ini juga, Unilever memberikan dukungan bagi 147.000 pedagang warung di ekosistem Unilever agar tetap sehat, selamat dan dapat tetap berjualan.

"Kami lakukan dengan cara menyumbangkan keuntungan dari transaksi dengan warung-warung tersebut selama tiga bulan ke depan, yang disampaikan dalam bentuk paket berisi produk kebersihan serta alat perlindungan diri, dan tambahan modal untuk keberlangsungan usaha," jelas Hemant

"Inilah salah satu perwujudan komitmen kami untuk terus mendukung para pelaku UMKM nusantara, semoga jadi penyemangat untuk kembali bangkit dan berkontribusi menuju Indonesia Maju," tambahnya.

Di sisi lain, Hemant menuturkan paket produk kebersihan dan alat perlindungan berisi produk-produk sangat dibutuhkan dalam kondisi pandemi COVID-19 agar pedagang warung dapat tetap sehat dan selamat berupa pelindung wajah, masker, hand sanitizer dan sabun cuci tangan Lifebuoy serta Wipol Karbol.

Unilever Indonesia juga bakal memberikan suntikan modal usaha dalam bentuk e-coupon untuk digunakan melalui aplikasi Sahabat Warung, platform digital yang diluncurkan untuk memudahkan para mitra warung dalam proses pemesanan barang, proses komunikasi, serta memangkas rantai distribusi.

"Kami tetap fokus pada keberlanjutan komitmen jangka panjang kami untuk terus bersama Indonesia, tidak hanya dalam kemudahan, tetapi terlebih lagi dalam mengatasi tantangan. Kami harap kampanye #UnileverUntukIndonesia dapat menjadi sebuah katalisator bagi gerakan di antara pihak swasta untuk bergotong-royong memajukan UMKM. Bersama-sama, kita percepat pemulihan ekonomi dengan mengembalikan kekuatan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian bangsa," imbuh Hemant.

Di sisi lain, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pada awal pandemi memang terjadi kepanikan di tengah masyarakat karena tidak siap merespons perubahan besar yang sangat cepat. Ini membuat adanya kepanikan dalam pembelian barang seperti masker, hand sanitizer, dan lainnya karena suplai yang terbatas.

"Terima kasih kepada para pihak swasta yang ikut berkontribusi, bukan hanya dengan mensuplai barang namun juga memberikan ketenangan," imbuh Sri Mulyani.

"Misalnya respon cepat pengusaha saat memberikan bantuan untuk membersihkan masjid, sambil disertai himbauan untuk tidak berkumpul dan beribadah di masjid untuk sementara. Hal seperti ini memberikan ketenangan, sekaligus mengajak masyarakat untuk tetap berhati-hati," tambahnya.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki menyatakan dukungannya terhadap kolaborasi berbagai pihak untuk membantu UMKM seperti yang dilakukan Unilever Indonesia dan PT BGR. Menurutnya, dukungan Unilever Indonesia terhadap 147 ribu warung melalui kampanye '#UnileverUntukIndonesia' merupakan langkah konkret membantu UMKM yang tengah menghadapi kesulitan karena pandemi COVID-19 karena selain alat kebersihan dan sumbangan keuntungan, Unilever Indonesia juga membantu warung melakukan aktivasi platform digital.

"Program Unilever Indonesia ini dipandang sejalan dengan program 'Belanja di Warung Tetangga' yang digagas Kementerian Koperasi dan UKM bekerja sama dengan PT BGR. Saya berharap akan lebih banyak perusahaan tergerak untuk membantu UMKM seperti yang dilakukan Unilever Indonesia," ujarnya.

Sebagai informasi, kampanye #UnileverUntukIndonesia melanjutkan berbagai inisiatif pemberdayaan UMKM yang dijalankan Unilever Indonesia di bawah payung 'Selling with Purpose', sebuah program berkelanjutan yang didasari kepercayaan bahwa kesuksesan Perusahaan berjalan seiring dengan kesuksesan para mitra UMKM.

Beberapa contoh pemberdayaan UMKM yang telah dilakukan Unilever Indonesia antara lain pendampingan dan sistem teknologi untuk pengembangan minimarket lokal, pelatihan literasi digital 'Mudah Jualan Online', beragam pemberdayaan UMKM perempuan melalui brand Sunlight, gelaran kuliner tahunan Festival Jajanan Bango, pemberdayaan perempuan pengelola Bank Sampah dan kelompok tani perempuan dan koperasi tani melalui Unilever Indonesia Foundation, program 'Juragan Seru', dan kegiatan lainnya.

Turut berbicara dalam webinar hari ini adalah Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin, Staf Khusus Menkop UKM RI Fiki Satari, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop UKM RI Victoria br Simanungkalit, Deputi Bidang Kesetaraan Gender dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Agustina Erni, juga pimpinan dari sejumlah asosiasi dan perusahaan yang memiliki fokus sejalan untuk bergotong royong memperkuat sektor UMKM sebagai instrumen penting kebangkitan ekonomi nasional pasca pandemi COVID-19.

(akn/ega)