Koalisi PDIP-Gerindra di Pilkada 2020 untuk Deal Pilpres 2024?

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Selasa, 11 Agu 2020 16:51 WIB
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto membantah bila ada anggapan terjadi negosiasi untuk melobi Komisioner KPU Wahyu Setiawan guna meloloskan Caleg PDIP Harun Masiku terkait Pengganti Antar-Waktu (PAW). Bantahan disampaikan di sela-sela rakernas PDIP di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020).
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

PDIP lengket berkoalisi dengan Partai Gerindra di Pilkada 2020. Ada deal untuk Pilpres 2024?

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan PDIP saat ini masih fokus pada pergelaran Pilkada. Tak hanya dengan Gerindra, PDIP juga berkoalisi dengan partai politik lain pendukung pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

"Apakah kerja sama ini akan berkaitan dengan kontestasi Pilpres 2024 yang akan datang? Fokus utama konsentrasi dari PDI Perjuangan adalah bagaimana menjadikan kepercayaan rakyat kepada partai, sehingga PDI Perjuangan dapat memenangkan pemilu 2 kali berturut-turut dijadikan sebagai modal dasar untuk mempersiapkan Pilkada ini dengan sebaik-sebaiknya. PDI Perjuangan bekerja sama dengan seluruh partai koalisi pendukung pemerintahan Pak Jokowi dan Kiai Haji Ma'ruf Amin," kata Hasto dalam konferensi pers virtual, Selasa (11/8/2020).

Hasto juga menanggapi soal rekomendasi Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra yang meminta Prabowo Subianto kembali mencalonkan diri sebagai presiden pada 2024. Hasto mengatakan PDIP menghormati keputusan KLB Gerindra tersebut.

"Berkaitan dengan apa yang direkomendasikan di dalam KLB Partai Gerindra, tentu saja kami menghormati bahwa setiap partai berdaulat untuk menentukan sikap politik termasuk di dalam penetapan capres dan cawapres pada tahun 2024 yang akan datang," ujar Hasto.

Di sisi lain, Hasto mengatakan PDIP terus melakukan kaderisasi dan pematangan calon pemimpin yang nantinya akan diputuskan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Termasuk nama Puan Maharani dan Ganjar Pranowo yang sering muncul dalam survei nasional elektabilitas calon presiden.

"Terkait dengan nama-nama dari kader partai yang muncul, ada Mbak Puan, Mas Ganjar, itu semua merupakan bagian dari proses-proses kaderidasi kepemimpinan yang dilakukan partai. Demikian pula para menteri yang berasal dari PDI Perjungan, mereka semua dipersiapkan secara matang oleh PDI Perjuangan," jelasnya.

Di Pilkada 2020, Hasto mengatakan PDIP sementara ini paling banyak berkoalisi dengan Partai Golkar. Tak ketinggalan, Hasto juga meminta seluruh kader PDIP berkonsolidasi menyongsong Pileg dan Pilpres 2024.

"Dari gelombang pertama, kedua, dan ketiga hari ini, maka kami umumkan bahwa sementara ini yang terbanyak kerja sama adalah dengan Partai Golkar, yang paling sedikit itu adalah dengan Partai Keadilan Sejahtera. Kami akan mengumumkan bagaimana konfigurasi kerja sama dengan seluruh partai politik itu nanti setelah diumumkan pada gelombang ke-4 yang akan datang," ungkap Hasto.

"Dengan demikian pemilukada merupakan momentum konsolidasi seluruh kader partai untuk menyatukan seluruh gerak langkahnya di dalam mempersiapkan momentum pemilu legislatif dan pemilu presiden yang akan dilaksanakan pada tahun 2024 yang akan datang," tuturnya.

Seperti diketahui, PDIP berkoalisi dengan Gerindra di sejumlah daerah untuk Pilkada 2020. Teranyar, dalam pengumuman rekomendasi hari ini, PDIP-Gerindra bekerja sama mengusung Bobby Nasution-Aulia Rachman di Pilkada Medan, serta Muhammad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo di Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel).

Tonton video 'Megawati ke Calon Kepala Daerah PDIP: Jangan Korupsi, Pasti Ketahuan!':

[Gambas:Video 20detik]



(azr/gbr)