Pasien Corona Klaster Secapa AD Kini Tinggal 64 Orang

Elza Astari Retaduari - detikNews
Selasa, 11 Agu 2020 11:51 WIB
Pendonor Terapi Plasma Convalesence, Secapa AD
Foto: Pendonor Terapi Plasma Convalesence. (Dok Dispen TNI AD).
Jakarta -

Dari total 1.308 pasien virus Corona (COVID-19), kini hanya tersisa 64 orang. Ada tambahan 3 orang lagi pasien Corona Secapa AD yang sembuh.

"Hasil Lab PCR dari swab lanjutan pasien di Secapa AD sejak Minggu 9 Agustus (2 hari lalu) sampai dengan pagi ini, ada 3 pasien lagi yang dinyatakan negatif," ungkap Kepala Dinas Penerangan AD Brigjen TNI Nefra Firdaus kepada wartawan, Selasa (11/8/2020).

Sudah ada 1.244 pasien Corona klaster Secapa AD yang sembuh. Tingkat kesembuhannya mencapai 95,1%.

"Pada pagi ini sudah berkurang 1.244 orang (atau 95.1% sudah menjadi negatif), menjadi tinggal 64 orang (atau 4.9% masih Positif)," sebut Nefra.

Ada sejumlah perwira mantan Secapa AD yang melakukan donor plasma untuk membantu penyembuhan pasien dengan terapi plasma convalesence . Total sudah ada 113 perwira pendonor.

"Pagi ini ada 32 Perwira mantan Secapa lagi yang Donor Plasma, sehingga total mantan Perwira Secapa AD pendonor Terapi Plasma Convalesence sampai dengan hari ini berjumlah 113 orang," terang Nefra.

Saat ini, Pemkot Bandung juga sudah menghentikan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di Kecamatan Cidadap pada Senin (10/8). PSBM diberlakukan di Kecamatan Cidadap karena muncul klaster COVID-19 di Secapa AD.

"Iya, hasil Ratas PSBM diakhiri. Tidak ada lagi check point, sudah dibongkar. Kita sekarang ikut AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) Kota Bandung saja," kata Camat Cidadap Hilda Hendrawan via sambungan telepon.

Hilda mengungkapkan, PSBM diakhiri karena angka reproduksi COVID-19 di Secapa AD terus menurun dan tidak ada dampak dari kemunculan kluster untuk warga sekitar.

"Karena progresnya menggembirakan, secara tracing, tracking dan testing tidak ada hasil berdampak dari klaster. Terus juga, disiplin masyarakat sudah teruji dari PSBB, warga sudah terbiasa dengan aturan seperti itu," ungkap Hilda.

(elz/imk)