Angin Kencang Bak Badai Terjadi Usai Awan 'Tsunami' Muncul di Meulaboh

Agus Setyadi - detikNews
Selasa, 11 Agu 2020 11:16 WIB
Video awan seperti ombak yang menggulung di Meulaboh, Aceh, viral. BMKG Aceh memberikan penjelasan.
Foto: Screenshot video viral awan tsunami di Meulaboh, Aceh
Meulaboh -

Fenomena awan 'tsunami' terjadi di Meulaboh, Aceh. Warga mengatakan angin kencang seperti badai terjadi usai kemunculan awan tersebut.

"Angin lebih kencang dan terjadi badai angin kencang dan hujan tidak terlalu deras," ujar salah satu warga Meulaboh, Aidil, Selasa (11/8/2020).

Dia mengatakan angin kencang itu terjadi usai kemunculan awan 'tsunami' pada sore hari. Fenomena awan 'tsunami' itu, katanya, terjadi dua kali yakni pada pagi dan sore hari.

"Pagi jam 09.00 WIB kalau sore jam 18.00 WIB. Dua kali awannya. Pagi sekitar 30 menit terjadi awan tapi tidak berdampak apa-apa hanya mendung. Sore sekitar 10 menit," ucapnya.

Aidil mengatakan tak ada kepanikan akibat kemunculan awan tersebut. Meski demikian dia mengatakan warga tetap waspada terhadap kondisi cuaca saat awan 'tsunami' itu muncul di Meulaboh.

"Tidak sepanik dalam bentuk tindakan. Mereka hanya punya firasat bahwa itu pertanda buruk, artinya dikaitkan dengan mitos lama," tuturnya.

Fenomena awan 'tsunami' itu muncul dan viral pada Senin (10/8). Awan tersebut terlihat seperti ombak besar dengan warna menghitam serta ada yang putih.

Awan 'tsunami' itu tampak memanjang di langit. Menurut BMKG, fenomena ini juga dikenal sebagai awan Arcus.


"Awan berbentuk seperti ombak yang menggulung namanya awan Arcus atau disebut juga awan Tsunami," kata Kasi Data BMKG Stasiun Sultan Iskandar Muda, Zakaria.

Zakaria menyebut awan 'tsunami' merupakan bagian dari awan kumulonimbus. Dia mengatakan awan ini bisa menimbulkan angin kencang hingga hujan es.

"Saya terima informasi begitu (di Meulaboh). Awan ini merupakan bagian dari awan CB (kumulonimbus). Awan ini merupakan awan rendah dan biasanya berada pada satu level (single level). Awan ini juga dapat menimbulkan angin kencang, hujan lebat, bisa juga terjadi kilat, petir, angin puting beliung atau hujan es," sebut Zakaria.

(haf/idh)