RK Minta Bantuan Jokowi Tambah Tes Corona di Jabar: Jomplang dengan DKI

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 11 Agu 2020 10:33 WIB
RK saat menyambut kedatangan Jokowi di Jabar (Foto Biro Pers Sekretariat Presiden)
Foto: RK saat menyambut kedatangan Jokowi di Jabar (Foto Biro Pers Sekretariat Presiden)
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) meminta dukungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait peningkatan kapasitas tes virus Corona (COVID-19). Sebab, jumlah pengetesan di Jabar saat ini terpaut jauh dari DKI Jakarta.

"Kapasitas testing Pak Presiden, kami ini punya kelemahan walaupun untuk level provinsi kami ini tertinggi setelah Jakarta. Kami sudah melakukan Jawa barat sudah melakukan 175 ribu, bisa dilihat agak jomplang dengan DKI Jakarta. Jadi kami mohon dukungan untuk mengejar rasio pengetasan setinggi-tingginya," kata RK dalam rapat penanganan COVID-19 di Jawa Barat, yang disiarkan saluran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (11/8/2020).

Karena itu, RK meminta dukungan Jokowi untuk mengejar rasio pengetesan COVID-19 DKI Jakarta. Dia berharap, dengan kapasitas pengetesan yang semakin tinggi, penyebaran COVID-19 di Jabar dapat diatasi.

"Walaupun Bapak lihat setelah kami itu Jawa timur 107 ribu, Jawa tengah dan seterusnya. Tapi dengan testing lebih banyak kasus kami lebih sedikit. Jadi memang virus ini mungkin cc-nya berbeda di tiap daerah karena satu dan lain hal," ujarnya.

RK kemudian memberikan dua usulan untuk meningkatkan pengetesan COVID-19. Pertama, bekerja sama dengan pihak swasta.

"Ada dua usulan Pak, yang pertama sekarang itu ada layanan dari swasta namanya pay per service PCR. Karena labnya kami sudah mentok, maksimal hanya 15-20 ribu. Kalau diizinkan kebijakan itu kita bisa menaikkan statistik. Dengan kerja sama swasta kita hanya bayar 1 orang berapa rupiah dititipkan ke lembaga ini, mereka investasi alatnya, kita hanya ngasih nama pasien atau potensi yang dites swab, saya kira dengan itu dalam hitungan minggu kapasitas bisa naik," papar RK.

Kedua, penggunaan alat polymerase chain reaction (PCR) portable. RK pun berharap Jokowi mengizinkan usulan-usulan ini guna meningkatkan kapasitas pengetesan COVID-19 di Jabar.

"Kedua, inovasi Jawa barat terbaru sudah saya bagikan dimulai di Sumedang kami punya PCR segede cover Pak, sehingga ini bisa dibawa ke pelosok-pelosok, di hutan, di gunung, di desa-desa yang tidak terjangkau oleh mobil PCR dan fasilitas. Sehingga pengetesan bisa dilakukan secara merata dengan menugaskan petugas-petugas. Mudah-mudahan kalau berkenan inovasi Jawa barat ini juga bisa menjadi sebuah terobosan untuk memastikan tingkat penetasan tidak hanya berkumpul di kepadatan kota," tuturnya.

(mae/fjp)