New Pertamina Clean Diluncurkan, Usung Tata Nilai AKHLAK BUMN

Abu Ubaidillah - detikNews
Senin, 10 Agu 2020 18:51 WIB
Pertamina
Foto: Pertamina
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) melakukan launching Piagam New Pertamina Clean di Gedung Utama Kantor Pusat Pertamina yang sebelumnya telah ditandatangani Direksi dan Dewan Komisaris Pertamina pada 12 Juni 2020 lalu. Hal ini dilakukan sebagai bentuk implementasi ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan di perusahaan.

Peluncuran ini juga dilakukan sejalan dengan tata nilai Clean Pertamina, yakni mengelola perusahaan secara profesional, menghindari benturan kepentingan, tidak menoleransi suap, menjunjung tinggi kepercayaan dan integritas, serta berpedoman pada asas-asas tata kelola korporasi yang baik.

"New Pertamina Clean ini diharapkan dapat dijalankan menjadi budaya dan values baru untuk memperkaya dan menyempurnakan insan Pertamina yang berintegritas, bersih dan transparan," ujar Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/2020).

Nicke mengapresiasi Dewan Komisaris yang terus mendorong penerapan GCG di Pertamina. Internalisasi juga akan terus dilakukan di seluruh jajaran manajemen dan pekerja agar bisa menerapkan hal ini dalam keseharian dan bisa menerapkan 9 poin New Pertamina Clean di Pertamina. Adapun 9 poin tersebut adalah sebagai berikut.

1. Melaksanakan operasional perusahaan dengan menunjang etika bisnis dan bertanggung jawab serta berpegang teguh pada pedoman Good Corporate Governance dan prinsip 4 NO's, yaitu:
• No bribery (tidak boleh ada suap dan pemerasan)
• No kickback (tidak boleh ada komisi, tanda terima kasih dalam bentuk apapun)
• No gift (tidak boleh ada hadiah atau gratifikasi)
• No luxurious (tidak boleh ada jamuan yang berlebihan)

2. Mematuhi peraturan perundang-undangan terkait anti penyuapan dan tidak mentoleransi segala bentuk penyuapan dalam setiap aktivitas perusahaan.
3. Mengimplementasikan ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan di perusahaan dengan upaya perbaikan secara berkesinambungan.
4. Mendorong dan memotivasi setiap insan Pertamina, mitra kerja, pemangku kepentingan perusahaan untuk peduli dan berperan serta dalam pelaksanaan komitmen anti penyuapan, termasuk tidak menerima dan/atau memberi segala bentuk gratifikasi yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
5. Menghindari segala bentuk konflik kepentingan dalam setiap pengambilan keputusan dan pelaksanaan kegiatan usaha perusahaan.
6. Memberikan sosialisasi dan pelatihan secara rutin mengenai prinsip 4 NO's kepada seluruh pekerja Pertamina serta mengkomunikasikan kepada pihak berkepentingan.
7. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaannya serta memantau perkembangan secara berkala guna peningkatan yang berkelanjutan.
8. Mengenakan sanksi yang tegas terhadap pihak-pihak di bawah wewenang perusahaan yang terlibat dalam penyuapan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
9. Berkomitmen secara penuh dan bersungguh-sungguh untuk melaksanakan Sistem Manajemen Anti Penyuapan dan menerapkan prinsip Zero Tolerance terhadap segala pelanggaran yang terjadi.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama mengapresiasi program ini. Ia menjelaskan New Pertamina Clean mengusung core values BUMN, yakni AKHLAK yang merupakan moral etika yang menjadi panduan seluruh BUMN saat ini.

Pertamina sendiri memiliki nilai-nilai utama (core values) sebagai identitas dan perekat budaya kerja yang mendukung peningkatan kinerja secara berkelanjutan.

Core values BUMN bertujuan untuk proses transformasi human capital dalam meningkatkan daya saing BUMN agar menjadi pemain global dan menjadikan BUMN sebagai pabrik talenta. Core values BUMN terdiri dari amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif (AKHLAK). A untuk Amanah berarti memegang teguh kepercayaan yang diberikan melalui perilaku integritas, terpercaya, bertanggung jawab, Komitmen, akuntabilitas, jujur, dan disiplin.

"Komisaris berharap dengan adanya New Clean Pertamina bisa mendorong semua ke arah transparansi dan terdigitalisasi," ungkapnya.

(akn/ega)