Dokter Gigi Palsu di Bekasi Endorse Selebgram untuk Promosi Jasanya

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 10 Agu 2020 16:23 WIB
Dokter Gigi Palsu di Bekasi Endorse Selebgarm untuk Promosi Jasanya
Peralatan praktik dokter gigi palsu disita polisi. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Polisi membongkar praktik dokter gigi palsu tersangka Antoni (25) yang beroperasi d Kota Bekasi. Pada praktiknya, tersangka endorse selebgram untuk mempromosikan jasanya agar menarik perhatian banyak calon pasien.

"Dia melakukan (mencari) pasien-pasien itu dari teman-temannya dan melalui Instagram. Bahkan pernah di-endorse sama selebgram, ya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (10/8/2020).

Menurut Yusri, pihaknya juga akan memanggil beberapa selebgram yang pernah ikut mempromosikan praktik kedokteran gigi tersangka Antoni. Namun hingga kini Yusri masih enggan membeberkan siapa saja selebgram tersebut.

"Kita jadwalkan, kita akan memanggil beberapa selebgram yang ada yang meng-endorse yang bersangkutan ya. Karena ini perkenalannya juga lewat Instagram," sebut Yusri.

Dalam kesempatan yang sama, Perwakilan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Kota Bekasi drg Oom Karomah menjelaskan pihaknya mengetahui informasi terkait praktik kedokteran gigi palsu tersangka ini dari media sosial. Karomah menegaskan praktik Antoni tidak terdaftar secara resmi.

"Kemudian kami mengecek di register kami, ternyata nama ini tidak ada di daftar kami. Kemudian kami cek juga di sertifikasi pusat, juga ternyata nama ini tidak terdata. Kemudian tindakan kami, kami melapor ke Dinas Kesehatan bahwa ini bukan anggota kami," ujar Karomah.

Seperti diberitakan sebelumnya, tersangka yang mengaku dokter gigi palsu ditangkap oleh kepolisian pada Selasa (4/8) di Bekasi. Tersangka sendiri tidak memiliki kompetensi sebagai dokter gigi. Dari hasil penyelidikan, diketahui pendidikan terakhir ADS adalah sekolah menengah kejuruan (SMK) jurusan pendidikan perawat gigi.

Dalam penggeledahan di klinik 'Antoni Dental Care' tempatnya beroperasi, polisi mengamankan sejumlah peralatan kedokteran. Saat ini tersangka ditahan di Polda Metro Jaya.

(mei/mei)