Prabowo Finish, PA 212 Pikir 1.000 Kali untuk Dukung Lagi

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 10 Agu 2020 14:27 WIB
Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif (Yulida Medistiara/detikcom)
Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212, Slamet Ma'arif (Yulida Medistiara/detikcom)
Jakarta -

Persaudaraan Alumni (PA) 212 menyatakan dukungan untuk Prabowo Subianto sudah selesai atau finish. PA 212 tak lagi mendukung Ketua Umum Partai Gerindra itu.

"Kan dukungan untuk PS karena adanya hasil Ijtimak Ulama 1 dan 2 untuk Pilpres 2019, nah kan pilpres nya sudah selesai ya otomatis dukungan kami untuk PS sudah selesai atau finish dong," kata Ketua Umum PA 212, Slamet Ma'arif kepada wartawan, Senin (10/8/2020).

Begitu pula Pilpres 2024. Slamet mengatakan PA 212 akan berpikir 1.000 kali untuk mendukung Prabowo lagi, jika Menteri Pertahanan itu maju Pilpres 2024 nanti.

"Kami sendiri harus berpikir 1.000 kali untuk dukung beliau lagi nanti. Insyaallah 2024 tahunnya generasi muda untuk pimpin negeri ini," imbuhnya.

Menurut Slamet, sudah seharusnya Pilpres 2024 diisi generasi muda. Dia pun berharap Prabowo memberi kesempatan kepada generasi muda untuk berlaga di Pilpres 2024 nantinya.

"Untuk 2024 jika beliau seorang negarawan dan punya etika politik pasti akan memberi kesempatan generasi muda untuk maju di 2024," ujarnya.

Sebelumnya, Partai Gerindra meminta Prabowo kembali maju di Pilpres 2024. Menanggapi hal itu, PA 212 pun menyebut Prabowo sudah selesai.

"Bagi kami PS (Prabowo Subianto) sudah selesai, masih banyak kader muda yang layak pimpin negeri ini ke depan, 2024 saatnya yang muda yang berkarya," kata Ketua Umum PA 212 Slamet Ma'arif kepada wartawan, Minggu (9/8).

Pernyataan Slamet pun direspons para petinggi Gerindra. Gerindra enggan peduli dengan pernyataan Slamet dan menganggapnya sebagai sebuah pendapat semata.

Gerindra pun tak masalah jika PA 212 ingin mengajukan calon lain. Bahkan, Gerindra mempersilakan PA 212 untuk membuat partai sendiri.

"Pendapat itu boleh-boleh saja, tetapi kita Gerindra punya mekanisme sendiri dan mekanisme itu diatur sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai Gerindra. Ya kalau Pak Slamet Ma'arif mengatakan Pak Prabowo sudah selesai mungkin berbeda pendapat dengan kader Partai Gerindra. Kami juga menghargai apabila kemudian Pak Slamet Ma'arif berpikir untuk membuat partai sendiri," Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad saat dihubungi terpisah.

(rfs/mae)