Duduk Perkara Warga Bekasi Tolak Petugas Makamkan Jenazah Diduga Corona

Tim detikcom - detikNews
Senin, 10 Agu 2020 08:58 WIB
Pemakaman kurir buah yang reaktif Corona (Suriyatman/detikcom)
Ilustrasi pemakaman jenazah dengan protap COVID-19, foto tidak berhubungan dengan berita. (Suriyatman/detikcom)

Usai mendapatkan informasi adanya penolakan pemakaman dengan protokol COVID, pihak kepolisian menengahi. Warga, petugas medis, serta polisi bermediasi untuk menjelaskan duduk perkara.

"Ya warga harus memahami kerja dan SOP yang harus diterapkan atau diberlakukan oleh pasien PDP, apalagi yang gejalanya mengarah ke COVID. Ya (sudah damai antara warga dan petugas medis) sudah saling memahami," ungkap Hendra.

Sebelumnya, aksi penolakan itu terjadi di Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kemarin (8/8). Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah petugas yang menggunakan alat pelindung diri (APD) dihadang warga. Warga tampak membentak petugas ber-APD.

"Ini penghinaan buat warga," terdengar suara teriakan warga.

"Jangan takut lu sama penyakit," kata seorang warga berkaus kutang.

Seketika, petugas ber-APD itu menghindar dan balik kanan. Namun salah seorang warga yang mengenakan kaus putih tampak menghampiri petugas ber-APD. Ia membentak petugas tersebut dengan suara kencang.

"Jangan main protokol COVID, protokol COVID aja, penghinaan namanya," ujar pria itu sambil mendorong petugas ber-APD.

"Apaan maksud lu pakai baju (APD) begini. S***n lu," lanjutnya.

Petugas ber-APD tetap berjalan menjauh. Namun sejumlah warga tetap mengejar dan memakinya.

Halaman

(isa/dkp)