Mendagri Tito: Skenario Terakhir Corona Selesai Virusnya Melemah Sendiri

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 10 Agu 2020 00:10 WIB
Mendagri Tito Karnavian angkat bicara soal lockdown yang akhir-akhir ramai dibicarakan. Apalagi setelah beberapa daerah menerapkan local lockdown. Menurut Tito, bagaimana seharusnya kepala daerah bersikap dan mengambil kebijakan?
Mendagri Tito Karnavian. (Foto: 20detik)
Jakarta -

Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Tito Karnavian bicara soal skenario selesainya pandemi Corona. Dia menyebut skenario paling akhir yakni virus Corona melemah sendiri.

"Pandemi selesai setidaknya ada tiga skenario yang pertama adalah ketika ditemukannya vaksin, yang kedua adalah ketika terjadinya herd immunity yaitu kekebalan kelompok di mana 2 per tiga minimal dari populasi itu mengalami kekebalan alami karena tertular," kata Tito dalam webinar yang digelar Taruna Merah Putih (TMP) bertema 'Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19', Minggu (9/8/2020).

Tito menjelaskan, dalam skenario kedua ini ada kemungkinan banyak korban. Karena daya tahan tubuh manusia yang kuat akan bertahan, sementara yang lemah akan jatuh sakit, paling fatal bisa mengakibatkan meninggal dunia.

"Itu terjadi dalam pandemi sebelumnya," kata Tito.

Eks Kapolri ini lantas menyinggung pandemi pada abad ke-14 di mana korbanya hampir 70 juta jiwa.

"Tapi terjadinya hanya di Eropa dan Asia Tengah. Juga 100 tahun lalu kita kenal dengan Spanish flu atau kita kenal dengan istilah lebih umum soal influenza itu 1917-1920 adalah virus yang sangat mematikan," kata Tito.

Ketika itu, kata Tito, korbannya kurang 50 juta jiwa dan itu terjadi di beberapa negara khususnya benua Eropa dan benua lainnya.

"Tapi tidak ada pandemi sebesar COVID-19, terluas COVID-19. Karena dalam waktu 4-5 bulan 216 negara. Jadi inilah pandemi terluas dalam sejarah umat manusia," kata Tito.

"Demikian juga herd immunity ini skenarionya tidak kita inginkan, maka skenario yang terakhir adalah virusnya melemah sendiri. Kita percaya virusnya berasal dari Tuhan, dan Tuhan juga yang bisa menyelesaikan ya. Dan ini pernah terjadi dalam kasus Spanish flu influenza, yang terjadi adalah kombinasi antara herd immunity yang menimbulkan korban lebih dari 50 juta jiwa dan kemudian virusnya melemah sendiri. Sampai hari ini kita alami yang namanya influenza atau flu yang menjadi penyakit biasa, yang tahun 1917-1920 itu penyakit mematikan," sambung Tito.

(idn/idn)