Calon Taruni Gagal Gegara Kena Corona, Polri Sebut Seleksi Libatkan IDI

Abu Ubaidillah - detikNews
Minggu, 09 Agu 2020 10:39 WIB
Irjen Argo Yuwono
Foto: Polri
Jakarta -

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono menjelaskan polemik calon taruni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2020 yang gagal berangkat karena dinyatakan positif COVID-19. Menurutnya penerimaan anggota Polri seperti taruna/taruni Akpol di masa pandemi COVID-19 harus mengedepankan protokol kesehatan.

"Panitia seleksi sebelum pelaksanaan tes dilakukan penyumpahan, dan panitia seleksi bidang kesehatan menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di setiap perwakilan daerah," ujar Argo dalam keterangan tertulis, Minggu (9/8/2020).

Argo mengatakan seleksi taruna/taruni Akpol pada masa pandemi COVID-19 selain dinilai kesehatan, jasmani, dan akademiknya, juga harus dinyatakan bebas dari COVID-19 berdasarkan hasil uji swab oleh gugus tugas dan RS Bhayangkara serta IDI.

Ia menyebut Polri merasa kehilangan calon taruni Akpol 2020 terbaik lantaran dinyatakan positif COVID-19, padahal calon taruni itu mendapatkan ranking teratas di bidang akademik. Argo juga mendoakan dan membuka peluang selebar-lebarnya untuk mencoba kembali pada pembukaan Akpol di tahun yang akan datang.

"Polri merasa kehilangan peserta terbaik seleksi untuk menjadi polisi. Namun tidak bisa dipungkiri karena salah satu syarat utama adalah bebas COVID-19," ungkapnya.

Menurut Argo kasus gagalnya calon taruna/taruni tidak hanya terjadi di Polda Kepulauan Riau saja, melainkan juga di Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Timur.

"Juga ada yang dipulangkan karena hasil swab positif. Kalau tetap dipaksakan diberangkatkan seleksi di Pusat, dikhawatirkan akan mempengaruhi peserta yang lain untuk tertular COVID-19," pungkasnya.

Tonton video 'Soal Uji Klinis Vaksin Corona, Bio Farma: Bukan Kelinci Percobaan':

[Gambas:Video 20detik]



(mul/ega)