Depperin: Kasus Formalin Ibarat Anak Kecil Tertusuk Pisau

Depperin: Kasus Formalin Ibarat Anak Kecil Tertusuk Pisau

- detikNews
Rabu, 04 Jan 2006 17:06 WIB
Jakarta - Ditjen Industri Agro dan Kimia Departemen Perindustrian (Depperin) mengibaratkan kasus formalin seperti anak kecil yang tertusuk pisau. Dengan pengibaratan itu, yang diperlukan adalah pendidikan pada publik. Maka perusahaan yang akan memproduksi formalin tidak akan ditutup. "Ibaratnya anak kecil tertusuk pisau, apakah pandai besinya yang harus ditutup usahanya? Bukankah yang harus dilakukan adalah edukasi?" kata Dirjen Industri Agro dan Kimia Depperin Benny Wahyudi.Benny menyampaikan hal itu dalam konferensi pers tentang kinerja industri tahun 2005 dan target tahun 2006 di Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (4/1/2006). Benny menyatakan hal itu menanggapi pertanyaan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang mengadukan 20 perusahaan formalin ke Mabes Polri. Menurut Benny, tidak ada larangan bagi perusahaan untuk memroduksi formalin. Dengan tak adanya larangan itu maka tidak ada alasan untuk menghalangi produksi formalin. Penyalahgunaan formalin tidak terjadi di level produsen. Selama ini produsen telah melakukan peringatan akan bahaya formalin."Tidak ada alasan untuk menghalangi produsennya karena selama ini produsen menaruh formalin dalam drum atau tanki yang bertandakan poison atau beracun," kata Benny.Dalam kasus penyalahgunaan formalin, bagi Benny, yang salah adalah produsen makanan sendiri. Formalin bukan merupakan bisnis utama perusahaan yang memroduksi bahan pengawet itu. Bisnis utama mereka biasanya adalah perekat."Sedangkan sektor peternakan menggunakan formalin untuk pembunuh hama. Jadi kalau produsen makanan menggunakan formalin, itu salah mereka sendiri," kata Benny. Benny menandaskan, produsen tidak bisa disalahkan dalam distribusi formalin. Perusahaan hanya memberikan kelebihan produksi kepada pihak distributor. Setelah sampai tingkat distributor, perusahaan lepas tangan karena bukan lagi kewenangannya."Yang patut dipersalahkan adalah tingkat pengecer sehingga formalin bisa diecer," ujar Benny. (iy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads