Ahok Cerita Anaknya Sempat Ingin Pindah Warga Negara Gegara Dia Dipenjara

Elza Astari Retaduari - detikNews
Sabtu, 08 Agu 2020 20:38 WIB
Sejumlah tokoh terus berdatangan ke pelantikan Presiden-Wakil Presiden. Dari Ahok hingga Mulan Jameela terlihat sangat semringah.
Foto: Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok. (Rifkianto Nugroho/detikcom).
Jakarta -

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok membagikan kisah saat dirinya dipenjara akibat kasus penistaan agama pada 2016 lalu. Ahok bercerita soal respons anak-anaknya ketika ia dipenjara.

Cerita Ahok ini ia sampaikan saat berbincang dengan Host Makna Talks, Iyas Lawrence. Kutipan perbincangan mengenai demo yang dikenal dengan sebutan Aksi 411 itu diposting di akun YouTube Ahok, 'Panggil Saya BTP' seperti dilihat detikcom, Sabtu (8/8/2020).

Awalnya, Ahok bercerita soal reaksi anak-anaknya saat kejadian Aksi 411 yang dilakukan sejumlah ormas Islam lantaran frasa 'dibohongi Surat Al Maidah' jelang Pilgub DKI 2017. Saat demo terjadi, tiga anak tertua Ahok yakni Nicholas Purnama, Nathania Purnama, dan Daud Albeenner Purnama disebut biasa-biasa saja.

Ketika sidang berjalan, tiga anak Ahok itu juga menurutnya tetap masih biasa. Ini lantaran Ahok sudah kerap didemo selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Di rumah biasa-biasa aja. Nggak. Kita biasa aja, kita jalani aja," kata Ahok dalam akun YouTube-nya seperti dilihat detikcom, Sabtu (8/8/2020).

Dalam kasus itu, Ahok dihukum 2 tahun penjara dan menjalani masa tahanannya di Mako Brimob. Saat Ahok sudah dipenjaralah anak-anak Ahok baru merasakan kegelisahan. Bahkan anak perempuannya, Thania, sempat ingin pindah kewarganegaraan.

"Waktu baru masuk mereka agak marah, dan syok, dan stres. Anak cewek saya sempat berpikir mau pindah warga negara lah. Daud langsung jatuh, dia nangis. Jadi akhirnya bisa terima juga si Nicho. Cuma takut dibully kan, dia kuliah di UI kan," kisah Ahok.

"Sekolah Daud juga dia nggak dibully. Guru-gurunya baik, bilang 'papamu nggak salah, papamu is a hero'. Jadi anak-anak membangkitkan semangat dia. Bahwa papanya ini hero," lanjut sosok yang kini menjabat Komisaris Utama (Komut) Pertamina itu.

Ahok pun mengaku mau tidak mau dirinya berdamai dengan keadaan. Bila tidak, hukuman yang ia jalani akan terasa lebih berat lagi.

"Kamu perlu dikurung baru kamu tahu. Lo nggak mau damai lo mati sendiri hehehe. Lo mati sendiri lo di dalam lo. Kamu kalau marah kan mikirin dia terus. Lebih baik kita kerjakan sesuatu yang baru kan. Membaca. Saya doa lah," kata Ahok.

Politikus PDIP ini mengaku belajar satu hal di dalam penjara. Menurut Ahok, pikiran positif menjadi sumber kekuatan dirinya selama berada di penjara.

"Jadi kalau kamu di dalam mesti pikirin semua yang baik-baik, yang manis-manis di dalam. Itu kalau nggak salah di Filipi 4:8. Semua yang manis, semua suci, semua yang benar, semua yang disebut kebajikan, semua yang layak dipuji, pikirkan semua itu," sebutnya.

"Kita mesti punya dunia sendiri. Apa yang dilakukan di dalam? Waktu. Astaga 24 jam itu sama kan detak jam itu. Satu jam itu lama lho. Lama jalannya. Lihat kalender di meja itu coretnya lamaaaa lewat seminggu," tambah Ahok.

Tonton juga 'Dua Tersangka Penghina Ahok Tak Pernah Bertemu, Cuma Chatting':

[Gambas:Video 20detik]

(elz/bar)