Round-Up

6 Fakta Erupsi Gunung Sinabung Setelah 1 Tahun Tertidur

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 08 Agu 2020 20:35 WIB
Warga membersihkan jalan yang dipenuhi debu vulkanik pasca erupsi Gunung Sinabung, di Desa Sigarang-garang, Karo, Sumatera Utara, Sabtu (8/8/2020). Gunung Sinabung erupsi dengan tinggi kolom 2.000 meter. ANTARA FOTO/Sastrawan Ginting/Lmo/hp.
Foto: Dampak erupsi Gunung Sinabung. (ANTARA FOTO/SASTRAWAN GINTING)

Hujan Abu Vulkanik

Hujan abu vulkanik mengguyur wilayah Karo, Sumut menyusul eurupsi Gunung Sinabung.

"(Hujan abu di) wilayah Karo," kata Kepala BPBD Sumut, Riadil Akhir Lubis, saat dimintai konfirmasi, Sabtu (8/8/2020).

Dia mengatakan jalanan dan rumah-rumah di Karo tertutup debu akibat peristiwa ini. Belum ada informasi kerusakan akibat erupsi Gunung Sinabung.

"Belum ada info kerusakan," ujarnya.

Erupsi Kedua

Menjelang sore hari, Gunung Sinabung erupsi kedua kalinya. Kolom abu terpantau kurang lebih 1.000 meter di atas puncak.

"Telah terjadi erupsi Gunung Sinabung, Sumatera Utara pada tanggal 08 Agustus 2020 pukul 17:18 WIB dengan tinggi kolom abu teramati kurang 1.000 meter di atas puncak atau kurang lebih 3.460 meter di atas permukaan laut," kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Sinabung Armen.

Armen mengatakan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah timur dan tenggara.

"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 60 mm dan durasi kurang lebih 36 menit 23 detik," ujarnya.

Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung diminta agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.

Halaman

(aan/idh)