Muhadjir: Saatnya Ahli Unjuk Kesaktian terkait Pembelajaran di Masa Pandemi

Rahel Narda C - detikNews
Sabtu, 08 Agu 2020 19:24 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy
Muhadjir Effendy (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Menko PMK Muhadjir Effendy meminta para ahli dan praktisi pendidikan berpartisipasi dalam proses kegiatan belajar mengajar di masa pandemi COVID-19. Menurutnya, masa pandemi ini adalah momentum bagi para ahli pendidikan untuk menunjukkan kesaktiannya di bidang pendidikan.

Hal ini disampaikannya dalam Seminar Nasional Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Malang (UM) yang bertajuk 'Aktualisasi Pendidikan Nonformal dan Informal di Era Pandemi COVID-19', yang disiarkan di YouTube Universitas Negeri Malang, Sabtu (8/8/2020).

"Saya kira di internet medsos sudah banyak sekali untuk inovasi pembelajaran yang dilakukan oleh para pendidik," kata Muhadjir dalam paparanya

"Dan ini makanya saya sampaikan, ini momentum sebenarnnya para ahli dan praktisi PLS untuk menunjukkan kesaktiannya, kedikdayannya yang selama ini, saat ini sangat pede bahwa PLS itu memiliki keunggulan-keunggulan," sambungnya.

Muhadjir juga mengatakan pandemi Corona dapat menjadi momentum yang mengubah pola hidup anak-anak. Melalui pandemi, menurutnya, kebiasaan mencuci tangan, pakai masker dapat tertanam di dalam diri anak.

"Justru sekarang ini saatnya utk menginternalisasi kehidupan sehat pd anak didik kita, cuci tangan, pakai masker, jaga jarak, itu kalau bisa ini ditanamkan dalam diri anak itu. Saya kira praktik-praktik sekarang ini yang belum baik itu akan bisa ditiadakan," ujar Muhadjir.

Lebih lanjut, dia mengatakan anak-anak menjadi teredukasi dengan pola hidup bersi karena pandemi saat ini. Selain itu, menurutnya anak-anak akan menjadi semakin sadar terkait adanya penularan penyakit melalui udara atau airborne.

"Misalnya yang tidak biasa cuci tangan menjadi rajin cuci tangan, kemudian sadar ancaman penyakit melalui airborne anak-anak mulai sadar bahwa ada penyakit yang bisa menular lewat udara karena itu mereka pakai masker dan sebagainya," imbuh Muhadjir.

Mantan Mendikbud ini mengatakan setiap musibah pasti memiliki hikmah tersendiri.

"Jadi ini tergantung. Karena sebetulnya setiap musibah itu ada hikmah kan. Tinggal kita bagaimana bisa mengambil momentum ketika ada musibah, seperti ini kta ambil hikmahnya untuk proses kegiatan belajar mengajar," imbuhnya.

(maa/maa)