Filipina Bantah Rumor Kudeta

Filipina Bantah Rumor Kudeta

- detikNews
Rabu, 04 Jan 2006 16:12 WIB
Jakarta - Pemerintah Filipina membantah rumor bahwa salah satu sekutu kunci Presiden Gloria Macapagal Arroyo berencana meninggalkan perempuan mungil itu. Bantahan itu disampaikan juru bicara Arroyo, Ignacio Bunye.Petinggi Filipina itu juga mengesampingkan ancaman kudeta dalam tubuh militer. "Rumor kudeta bisa dikesampingkan, mengingat tingginya disiplin dan moral pasukan kami serta solidnya rantai komando," tegas Bunye.Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas pengakuan seorang perwira Angkatan Udara Filipina, Kolonel Efren Daquil dalam sebuah konferensi pers, Selasa (3/1/2006) kemarin.Saat itu, Daquil mengklaim dirinya telah didekati oleh perwira-perwira militer yang tidak puas untuk bergabung dalam upaya menggoyang pemerintahan.Dikatakan Daquil, dirinya telah menolak ajakan kudeta itu, dan sebagai akibatnya, dia dipecat. Dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi ABS-CBN, Daquil mengungkapkan dirinya telah didekati sebanyak empat kali, terakhir kali pada November lalu.Rumor kudeta kian berhembus kencang pekan ini dengan terungkapnya mantan Presiden Fidel Ramos diam-diam telah menemui lawan penting Arroyo, Presiden Senat Franklin Drilon, yang pernah menyerukan Arroyo untuk mengundurkan diri.Ramos yang menjabat sebagai Presiden Filipina pada 1992 hingga 1998, selama ini dipandang sebagai salah satu sekutu politik utama Arroyo. Namun Bunye mengatakan pertemuan itu justru untuk kepentingan rakyat."Kami yakin, apa pun hasil yang muncul dari pertemuan itu akan berguna bagi negara," ujar Bunye. Menurutnya, Ramos berusaha membantu menjalin persatuan demi kebaikan negara dan kesejahteraan rakyat. (ita/)



Berita Terkait