Anies Minta Setop Pengadaan, 3 Toa Banjir Masih Terpasang di Petogogan

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Sabtu, 08 Agu 2020 11:04 WIB
Toa Banjir Masih Terpasang di Petogogan Jakarta Selatan
Toa Banjir Masih Terpasang di Petogogan Jakarta Selatan (Kadek Melda/detikcom)

Lebih lanjut, Nur mengaku belum mendapatkan informasi secara langsung dari Anies perihal rencana memuseumkan Toa yang sudah terpasang. Menurutnya, lebih baik Toa dibiarkan saja terpasang karena lebih mudah untuk memberi informasi kepada warga.

"Ya kita kan belum ada informasi dari Pak Gubernur mau diapain, sedangkan alat itu kan dari BPBD bukan dari kita bukan dari pengadaan kelurahan, itu dari BPBD masang di situ gunanya untuk menginformasikan akan terjadi banjir dan lain-lain. Dibiarkan terpasang karena kegunaannya tidak untuk kasih tau masyarakat banjir aja, kalau ada informasi-informasi apa kebakaran kita bisa gunakan itu, karena daerahnya padat penduduk," imbuhnya.

Sebelumnya, Anies mengatakan mengatakan Toa yang pernah digunakan itu merupakan hasil hibah dari Jepang. Menurutnya, hibah tersebut merupakan cara promosi Jepang agar Pemprov DKI mau membeli Toa di lain waktu.


"Kita mesti benar-benar membuat sistem. Ini adalah Toa, belum sistem. Saya cek ini, kenapa coba kita pakai ini? Dan adanya cuma di 15 kelurahan, awalnya dari mana? Dari Jepang ya? Hibah, sesudah hibah? Kita pengadaan," kata Anies dalam rapim pembahasan penanganan banjir yang disiarkan channel YouTube Pemprov DKI Jakarta, Jumat (7/8)

"Ini (Toa) adalah cara promosi (Jepang) paling bagus. Hibah dulu, habis itu pengadaan dan strategi mereka sukses, lalu kita belanja terus ke Jepang. Lha, buat apa? Ini kalau untuk kasus immediate seperti tsunami boleh. Kalau kita punya musuh perang, ini perlu warning system, ada pesawat perang lewat. Tapi kan tidak, nggak perlu ini semua," sambungnya.


(maa/maa)