Nadiem soal Syarat Sekolah Buka: Orang Komorbid Dilarang Masuk

Rahel Narda Catherine - detikNews
Jumat, 07 Agu 2020 21:41 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim
Mendikbud Nadiem Makarim (Screenshot video)
Jakarta -

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memberikan beberapa persyaratan yang wajib dipatuhi masyarakat jika ingin membuka sekolah di masa pandemi Corona (COVID-19). Salah satu syaratnya adalah orang yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) dilarang ke sekolah.

"Perilaku wajib yang harus dilakukan, semua harus gunakan masker, masker kain nonmedis, harus melakukan protokol cuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer. Dan tentunya menjaga jarak minimal 1,5 meter," kata Nadiem dalam telekonferensi di YouTube Kemendikbud RI pada Jumat (7/8/2020).

Nadiem juga mengatakan setiap orang yang memiliki penyakit komorbid tidak diperkenankan masuk ke lingkungan sekolah. Selain itu, pengajar ataupun peserta didik yang memiliki gejala COVID-19 dilarang masuk ke sekolah.

"Dan juga ada ketetapan bahwa seluruh warga yang mengidap komorbiditas tidak diperkenankan kembali ke sekolah. Juga bagi yang memiliki gejala COVID-19 di keluarga peserta didik atau pendidik tidak diperkenankan masuk sekolah," ucap Nadiem.

Nadiem mengungkapkan sekolah yang hendak mengadakan pembelajaran tatap muka harus mengisi daftar yang telah disediakan terkait protokol kesehatan yang dibuat sesuai standar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Beberapa syarat di antaranya sekolah wajib memiliki kesiapan terkait sarana sanitasi dan akses fasilitas kesehatan.

"Nomor satu kesiapan sarana sanitasi dan kebersihan, dia mampu mengakses fasilitas layanan kesehatan," kata Nadiem.

Masih kata Nadiem, sekolah juga harus memiliki alat pengukur suhu tubuh. Selain itu, sekolah harus mendapat izin dari semua pihak untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

"Kesiapan menerapkan wajib masker. Keempat wajib memiliki thermometer gun untuk mendeteksi suhu tubuh. Kelima memetakan warga satuan pendidikan yang tidak boleh melakukan kegiatan di satuan pendidikan. Dan membuat kesepakatan bersama komite satuan pendidikan terkait kesiapan melakukan pembelajaran tatap muka," sambung Nadiem.

Selanjutnya
Halaman
1 2