Pimpinan DPRD DKI Kritik Keras Nadiem Makarim soal Dana BOS

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 07 Agu 2020 19:51 WIB
Zita Anjani
Foto: Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani (dok. Istimewa)
Jakarta -

Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani mengkritik kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Mendikbud Nadiem Makarim. Zita menyarankan agar Nadiem mundur dari jabatannya.

Mulanya, dalam acara Mata Najwa yang disiarkan pada Rabu (5/8/2020) malam lalu, Mendikbud Nadiem mengaku menampung banyak keluhan orang tua dan murid terkait PJJ ini. Namun, Nadiem menjelaskan bahwa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bisa digunakan untuk pulsa kegiatan PJJ ini.

Namun, Zita menilai bahwa dana BOS itu tidak cukup. Dia meminta Nadiem mengundurkan diri jika memang tak memahami persoalan pendidikan di Indonesia.

"Mas Menteri bangga Sekali dengan dana BOS? Tahu tidak, kalau itu tidak cukup? Ini saya bahas biar Mas Menteri paham. Sudah hampir 5 bulan Dunia Pendidikan mati suri. Jika Mas Menteri bilang Pertaruhkan kehormatan, sekarang waktunya tepati ucapan anda. Mundurlah jika Pendidikan bukan bidang Anda," kata Zita dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/8/2020).

Selain itu, Zita mengkritik penjelasan Nadiem soal dana BOS untuk kegiatan PJJ. Dia menilai Nadiem hanya berbicara berputar-putar saja.

"Saya semalam dengar penjelasan Mas Menteri di Mata Najwa, soal penggunaan dana BOS. Saya miris ngeliat sekelas menteri jago sekali muter-muter bicaranya. Perihal BOS, bayangkan, contoh SMP, Per siswa 1,1 juta/tahun, kalau di sebuah sekolah swasta ada 161 orang, maka ada 177 juta," ujar Zita dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/8/2020).

"Kalau per anak butuh 100 ribu per bulan untuk internet, sisanya cuma 32 juta buat bayar gaji honorer, biaya listrik, renovasi, dan lainnya. Ini kan tidak masuk akal. Mereka tidak ada keharusan juga kok buat beliin paket data," tambah Zita.

Selanjutnya
Halaman
1 2