Formalin Bikin Penjual Tahu Bangkrut, Pedagang Tempe Laris

Formalin Bikin Penjual Tahu Bangkrut, Pedagang Tempe Laris

- detikNews
Rabu, 04 Jan 2006 15:16 WIB
Palembang - Isu makanan berformalin memberi dampak yang luar biasa bagi penjual tahu di Palembang. Omzet mereka turun hingga 40 persen."Omzet kami turun hingga 40 persen. Kami tidak menggunakan formalin, bahkan saya sendiri tidak tahu itu formalin apa. Lihat sekarang, kami tidak produksi karena tidak ada pembeli," kata Ahok, pengusaha tahu di Jalan Puding, Kamboja, Palembang, kepada detikcom, Rabu (4/1/2006).Diakui Ahok, penurunan pembelian tahu lantaran seringnya pemberitaan mengenai isu formalin yang digunakan pada produksi makanan tahu dan mie basah. "Kami kini berpikir keras bagaimana mencari usaha lain. Kami pikir masyarakat sudah takut makan tahu dan mie basah," katanya.Selama ini, omzet tahunya dalam sehari sekitar 450 potong atau 35-40 kilogram kacang kedelai. Semua tahu itu kalau dibawa ke pasar akan habis dalam beberapa jam. Tahu-tahu itu dipasarkannya ke Pasar 16 Ilir, Pasar Cinde dan Pasar Lemabang. "Sejak isu tahu berformalin, bahkan sehari pernah tidak satu pun yang laku," kata Ahok.Berdasarkan pemantauan di pasar, penjual tahu dan mie basah juga tidak tampak. "Entah kenapa tidak jualan, kemarin juga tidak jualan mereka," kata Machmud, pedagang di Pasar Lemabang."Buat apa mereka jualan kalau tidak laku. Ya, lebih baik mereka istirahat dulu," kata Amir, seorang pedagang tempe di Pasar Kuto, yang mengaku omzet tempenya terus meningkat sejak isu tahu berformalin itu. "Memang untung, tapi tidak enak kalau diketahui kawan yang berdagang tahu," lanjutnya. (nrl/)


Berita Terkait