Wacana Ganjil Genap Seluruh Jalan DKI, PDIP: Membunuh Pergerakan Ekonomi

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Jumat, 07 Agu 2020 16:15 WIB
Wacana sistem ganjil-genap di tol saat mudik (Ilustrasi: Mindra Purnomo/detikcom)
Ilustrasi (Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta -

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengkritik opsi Pemprov DKI yang ingin menerapkan aturan ganjil-genap sepanjang hari. Menurutnya, hal itu bisa membunuh pergerakan ekonomi.

"Itu namanya pembunuhan pergerakan ekonomi, yang saat ini sangat dinanti oleh pelaku usaha," ujar Gembong saat dihubungi, Jumat (7/8/2020).

Menurutnya, membatasi pergerakan masyarakat pada saat pandemi COVID-19 merupakan hal penting. Namun tidak dengan memberlakukan ganjil-genap sepanjang hari di seluruh ruas jalan.

"Pembatasan pergerakan orang di Jakarta penting, untuk menekan penyebaran COVID-19, namun bukan dengan cara memberlakukan ganjil-genap sepanjang hari dan di semua ruas jalan," ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan pihaknya saat ini terus melakukan evaluasi terkait aturan kebijakan ganjil-genap di masa PSBB transisi. Menurutnya, kebijakan ganjil-genap itu dilakukan untuk membatasi pergerakan masyarakat saat PSBB transisi.

"Jadi implementasi saat ini, sekali lagi, instrumen kebijakan Pemprov DKI Jakarta dalam rangka pengendalian pergerakan warga, karena sejak dihapuskannya SIKM tanggal 14 Juli, maka tidak ada lagi instrumen pengendalian pergerakan warga di Jakarta. Saat ini kewenangan yang utuh ada di kami terkait dengan pembatasan lalu lintas berupa sistem ganjil-genap," ujar Syafrin di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (7/8).

"Oleh sebab itu, jika dari hasil evaluasi ternyata pelaksanaan pembatasan lalin dengan pola ganjil-genap pada 25 ruas jalan waktunya dibagi dua periode waktu, di pagi hari, sore harinya jam 16.00-21.00 WIB hanya berlaku untuk kendaraan bermotor roda empat ini akan kami evaluasi," sambungnya.

Syafrin mengatakan pihaknya juga membuka opsi untuk memberlakukan ganjil-genap di seluruh ruas jalan Ibu Kota selama 24 jam. Menurutnya, hal itu juga sudah diatur dalam Pergub Nomor 51 Tahun 2020 tentang PSBB transisi.

"Bukan tidak mungkin pola ganjil-genap yang diatur dalam Pergub 51 Tahun 2020 tentang PSBB masa transisi ini bisa diterapkan. Apa itu? Itu adalah bisa diterapkan di seluruh ruas jalan, bisa diterapkan sepanjang hari, bisa juga diterapkan bagi seluruh kendaraan bermotor yang ada di jalan, tidak parsial yang ada sekarang kita terapkan," katanya.

(aud/aud)