PAN: Gibran Tak Perlu Jorjoran Kampanye Jika Lawan Kotak Kosong

Mochamad Zhacky - detikNews
Jumat, 07 Agu 2020 15:24 WIB
Partai Amanat Nasional secara tegas menolak hak angket terhadap KPK. PAN tidak akan mengirimkan kadernya ke dalam panitia khusus (pansus) angket KPK. Hal itu disampaikan Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (4/5/2017).
Yandri Susanto (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Potensi pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa melawan kotak kosong pada Pilkada Solo 2020 terbuka lebar. Sebagai salah satu partai pengusung Gibran-Teguh, apa saran PAN?

"Ya, kelihatannya (Gibran-Teguh) lawan kotak kosong. Kalau begitu, nggak perlu jorjoran kampanye," kata Waketum PAN Yandri Susanto kepada wartawan, Jumat (7/8/2020).

Menurut Yandri, ada hal lebih penting dilakukan jika melawan kotak kosong. Ketua Komisi VIII DPR RI itu meminta Gibran-Teguh memperbanyak menyerap aspirasi masyarakat Solo terkait program pokok apa yang dibutuhkan.

"Perbanyak inventarisasi masalah masyarakat Kota Solo, serap aspirasi program pokok apa yang dibutuhkan masyarakat Solo," tutur Yandri.

Pengusung utama Gibran-Teguh, PDIP, sebelumnya menyatakan tidak mempersoalkan jika harus melawan kotak kosong pada Pilkada Solo 2020. PDIP menyebut Gibran dan Teguh akan lebih fokus menginventarisasi masalah masyarakat Solo.

"Kandidat akan lebih fokus turun ke bawah untuk inventarisasi masalah yang dihadapi rakyat, sekaligus merumuskan kebijakan dan program yang akurat untuk menyelesaikannya," kata Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat kepada wartawan, Jumat (7/8).

Seperti diketahui, Gibran-Teguh mengantongi dukungan 'gajah' di Pilkada Solo. Selain PDIP dan PAN, ada Golkar dan Gerindra yang juga mendukung Gibran-Teguh.

Dengan peta politik seperti itu, praktis hanya PKS yang akan menjadi oposisi. Di Solo, PKS hanya memiliki 5 kursi di DPRD, sehingga masih kurang 4 kursi lagi untuk bisa mengusung calon.

(zak/imk)