Anak Pujaan Hati Jadi Korban, Pelaku Ngaku Menyesal Bakar Rumah di Ciputat

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 07 Agu 2020 13:57 WIB
Pelaku pembakar rumah di Ciputat ditangkap polisi
Foto: Pelaku pembakar rumah di Ciputat ditangkap polisi (Tiara Aliya)
Tangerang Selatan -

ST membakar rumah satu keluarga di Ciputat, Tangerang Selatan karena sakit hati lantaran cintanya tak kunjung dibalas oleh SM, wanita yang jadi pujaan hati. Namun ST mengaku menyesal setelah mengetahui anak SM berinisial KS (12) ikut jadi korban terluka dalam aksi bakar rumah yang dilakukannya itu.

"Menyesal. Tadinya mau berikan peringatan. Setelah saya tahu anaknya malah jadi korban saya menyesal banget pak," kata ST kepada wartawan di Polsek Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (7/8/2020).

ST mengaku dirinya tidak berencana membunuh ataupun melukai siapapun. Ia hanya ingin memberikan peringatan dengan cara membakar rumah lantaran SM, wanita yang dicintainya sekaligus istri dari korban HM (38) tak menggubris ajakannya.

"Kalau rencana bunuh nggak ada cuman rencana membakar ada, tapi rencana melukai orang lain nggak tahu setelah saya tahu ada korban yang luka-luka. Saya benar-benar menyesal, karena saya nggak ada niat melukai orang lain cuman memberi peringatan aja," jelasnya.

"Ini cuman gimana ya, ngasih peringatan nggak digubris ya istilahnya cuman saya buktiin saya nggak main-main," lanjutnya.

ST membakar rumah keluarga suami SM pada 4 Agustus 2020 pukul 03.00 WIB pagi. Ia meletakkan dua buah jeriken berisi bensin di teras rumah lalu menyulutnya dengan obat nyamuk bakar.

"Jam 03.00 pagi ST langsung ke kediaman HM, dia langsung menaruh bensin di depan pintu rumah HM kemudian dia rangkai dengan pentol korek api. Ditaruh di obat nyamuk bundar itu, menjalar akhirnya membakar korek ini, korek ini menyambar ke jeriken yg ada bensinnya, dan di situ jirigennya terbakar meledak sehingga kena ke pintu kemudian ke bagian yg lain," kata Kanit Reskrim Polsek Ciputat Iptu Erwin Subekti.

Kapolsek Ciputat Kompol Endy Mahandika mengungkapkan bahwa aksi pembakaran rumah ini menimbulkan tiga korban luka. Selain HM, orang tua HM yaitu NS (62) dan anak perempuan HM bernama KS (12) mengalami luka bakar.

"Ada korban di dalamnya yaitu bapak HM, ibu NS dan anak KS, yg jadi korban pak HM luka bakar wajah dan bagian tangan ibu NS wajah dan bagian tangan, serta anak KS ini yg luka bakar 80% yang tadinya mereka dievakuasi menuju RS Hermina, sang anak KS ini dirujuk ke RS Gatot Subroto," kata Endy.

Adapun, Endy menjelaskan bahwa sehari-hari ST bekerja serabutan sebagai ojek online. Sehingga, polisi berhasil mengamankan alat bukti berupa jaket ojek online, motor, handphone, celana panjang beraroma bensin, tas selempang dan 1 potong obat nyamuk bakar yang diikatkan pemantik api kayu.

"Jadi untuk profesi yang bersangkutan ini pengakuannya sebagai tukang servis AC . Namun seiring berjalannya waktu tukang servis AC menurut yang bersangkutan tidak setiap waktu jadi dia serabutan meminjam aplikasi ojol punya temennya, jadi pinjem aplikasi ojol temennya kemudian pakai akun temennya, temennya dikasih uang rokok aja menurut pengakuan yang bersangkutan demikian," jelas Endhy.

(mea/mea)