Dibakar Bapaknya, Kemungkinan Hidup Indah Tinggal 50%
Rabu, 04 Jan 2006 13:42 WIB
Jakarta - Dua bocah yang dibakar bapaknya saat Tahun Baru, Indah Novita (3) dan Lintang Saputra (11 bulan), kini dalam kondisi sangat kritis. Bahkan kemungkinan hidup Indah tinggal 50 persen."Pasien Indah menderita luka bakar 50 persen dan termasuk luka bakar yang amat kritis, angka kematiannya fifty-fifty," ujar dr Yefta Moenadjat dalam jumpa pers di RSCM, Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (4/1/2006).Spesialis bedah plastik yang merawat kakak beradik ini menambahkan, Indah menderita luka bakar di muka, leher, dada, perut, kedua tangan dan paha. Akibatnya dia mengalami kekurangan elektrolit, protein, dan kegagalan organ-organ di perut seperti ginjal yang mendekati ambang kematian.Lintang, adik Indah, lebih beruntung. Menurut dr Yefta, Lintang menderita luka bakar 10 persen, batas minimal untuk disebut luka kritis. Lintang menderita luka bakar di muka, leher, dada, dan sebagian perut.Kedua bocah ini masih akan dirawat secara intensif di ruang rawat intensif Unit Luka Bakar selama 32 hari ke depan. Sedangkan biaya perawatan ditanggung pihak rumah sakit melalui dana keluarga miskin (Gakin)."Tapi di dunia tidak ada yang gratis, kalau keluar Rp 1.000-2.000 saya rasa wajar," tandasnya.Murni (60), nenek korban yang setia menunggu cucunya, tampak tertidur di lantai rumah sakit depan Unit Luka Bakar, dengan beralaskan tikar. Seorang pengunjung mengatakan, nenek ini kecapekan dan kurang makan."Kecapekan tuh, beberapa hari saya lihat tidak makan," ujarnya.Indah dan Lintang merupakan contoh terbaru kekerasan yang dilakukan orangtua terhadap anaknya. Pada Minggu pagi 1 Januari, ayah dua bocah itu, Saiful Andi alias Rudi (32), pulang dalam keadaan mabuk. Dia lantas bertengkar dengan istrinya, Yeni. Dalam kondisi emosional di bawah pengaruh alkohol, Saiful membakar kedua anaknya.
(fay/)











































