Anji Ngaku Kaget soal Pernyataan Hadi Pranoto yang Ternyata Tak Valid

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 06 Agu 2020 18:12 WIB
Hadi Pranoto dan Anji
Hadi Pranoto dan Anji (Foto: Instagram @duniamanji)
Jakarta -

Anji mengklarifikasi soal polemik klaim obat COVID-19 yang dibuat Hadi Pranoto. Anji mengaku kaget ada beberapa pernyataan Hadi Pranoto yang dianggapnya tidak valid.

"Lalu soal status dan kredibilitas Pak Hadi Pranoto yang dipertanyakan oleh banyak orang itu juga saya tanyakan dalam video tersebut di menit 4.39 dan 8.27," kata Anji dalam akun YouTube-nya, yang dilihat detikcom, Kamis (6/8/2020).

Dalam videonya, Anji mengingatkan lagi menit dia mempertanyakan kredibilitas Hadi Praboto. Berikut ini penggalan pernyataan Hadi Pranoto di menit yang disebutkan Anji:

(menit 4.39)

"Bagaimana Profesor bisa menyimpulkan hal ini atau tahu tentang hal ini dan juga membuat antibodi COVID-19. Di mana Profesor belajar atau siapakah Profesor Hadi Pranoto sebenarnya?" tanya Anji kepada Hadi dalam video tersebut.

"Jadi begini, COVID-19 itu perjalanan panjang dari perang Semenanjung Korea 1940," jawab Hadi.

(menit 8.27)

"Prof, tadi pertanyaan saya belum sempat terjawab, Profesor belajar ini sejak kapan dan di mana," tanya Anji kembali.

"Kita melakukan riset ini dari tahun 2000," jawab Hadi Pranoto.

Anji mengatakan terkejut terkait pernyataan Hadi Pranoto tersebut. Dia baru mengetahui pernyataan itu tidak valid.

"Saya terkejut ketika mendapatkan informasi bahwa beberapa hal yang berkaitan dengan Bapak Hadi Pranoto dan pernyataan pernyataannya ternyata tidak valid," ujarnya.

Anji juga menjelaskan tidak menyinggung dunia kedokteran. Dia hanya menaruh harap dengan adanya obat herbal yang diklaim Hadi Pranoto bisa melewati virus Corona di Indonesia.

"Lalu hal lainnya saya tidak pernah berniat menyinggung dunia kedokteran dan tenaga kesehatan. Seperti yang saya sebutkan di atas, saya sebagai warga negara Indonesia, saya merasa ada harapan untuk melewati pandemi ini dari beberapa harapan yang disampaikan oleh Hadi Pranoto," ujarnya.

"Apalagi dia juga bilang bahwa dia tidak akan memperjualbelikan herbal temuannya dan memberikan herbal secara gratis kepada masyarakat," lanjut Anji.

(eva/gbr)