Mulut Terjahit, Peserta Mogok Makan ke Istana Pakai Gerobak
Rabu, 04 Jan 2006 12:49 WIB
Jakarta -
Dengan kondisi tergolek lemah, lima peserta aksi mogok makan yang dijahit mulutnya mendatangi Istana Merdeka, Jakarta. Mereka diangkut rekannya dengan menggunakan gerobak.Aksi mogok makan dilakukan beberapa orang dari Ikatan Keluarga Korban Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di Jawa Barat. Tujuannya agar pemerintah segera membayar ganti rugi SUTET sesuai UU Nomor 15 Tahun 1985.Mereka datang sekitar pukul 11.35 WIB, Rabu (4/1/2006) dengan menggunakan lima gerobak yang membawa peserta mogok makan yang dijahit mulutnya.Mereka didorong di atas gerobak dari Posko Selamatkan Rakyat Indonesia (SRI), Jalan Diponegoro, Jakarta. Selanjutnya menyusuri Jalan Cikini Raya, Patung Tugu Tani, Jalan Medan Merdeka Timur, dan Jalan Medan Merdeka Utara.Kelima peserta aksi itu adalah M Syafrudin (42) asal Desa Ciseeng, Parung, Bogor. Romly (39) asal Desa Sukasari, Kabupaten Bogor yang saat ini diinfus. Dadang (38) asal Desa Tanjung Sari, Cianjur. Amin Supriatna (50) asal Desa Cihanjuang, Sumedang. Nurdin (39) asal Desa Panenjoan, Ranca Engkek, Cicalengka, Bandung.Gerobak yang mengangkut peserta mogok makan itu masing-masig didorong oleh tiga orang. Di atas gerobok kelimanya ditutupi selimut. Kondisi mereka terlihat semakin lemah.Mereka sempat terhenti di depan Gedung Mahkamah Agung (MA) karena dari arah Istana Merdeka keluar iring-iringan mobil Wapres Jusuf Kalla.Dalam orasinya, peserta aksi menuntut Presiden SBY mengungkap kasus korupsi uang yang menjadi hak korban SUTET di tubuh PLN dan Departemen ESDM.Mereka juga meminta Dirut PLN dan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mundur dari jabatannya. Selain itu PLN diminta segera menyambung aliran listrik yang sejak sekian lama diputus.Para korban SUTET sudah berjuang 9 tahun sejak 1996. Tanah yang didiami mereka dilalui SUTET. Dalam memperjuangkan haknya, sejumlah warga kerap mengalami pemukulan dan penangkapan yang sewenang-wenang oleh aparat kepolisian.
(san/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































