Sekjen DPR Siap Sederhanakan Pagar Rp 3,16 M
Rabu, 04 Jan 2006 12:22 WIB
Jakarta - Setelah menerima hujan kritik, Sekjen DPR RI Faisal Djamal angkat bicara. Dia siap mengubah pembangunan pagar DPR yang menelan biaya Rp 3,16 miliar."Saya selaku sekjen siap mengubah kalau ada perubahan dari pimpinan dan alat kelengkapan, karena kami tidak bisa berbuat apa-apa tanpa izin pimpinan dan alat kelengkapan," kata Faisal dalam jumpa pers di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (4/1/2006).Faisal juga siap melakukan penyederhanaan bagunan pagar. "Pembangunan pagar belakang dengan anggaran Rp 3,16 miliar kalau dikehendaki oleh pimpinan untuk disederhanakan, ya kita sederhanakan. Namun harus tetap mengacu pada keserasian dengan bangunan yang ada," ujarnya.Dijelaskan dia, pembangunan pagar berawal dari insiden peledakan yang terjadi di DPR pada tahun 2004 silam. "Pernah terjadi ledakan di DPR dan ditemukan adanya terowongan dari samping Taman Ria, Senayan menuju gedung mekanik. Saat itu SBY selaku Menko Polkam datang ke sini dan meninjau dan menyampaikan pagar perlu ditinggikan," papar Faisal.Menurut Faisal, pembangunan pagar DPR memperhatikan tiga aspek, yakni aspek estetika, aspek kenyamanan, dan aspek keamanan. "Aspek mekanisme dan prosedur sudah kita lalui, kalau ada yang mau memeriksa silakan. Kami siap untuk menjawab," tuturnya.Dia membantah pembangunan pagar dapat memisahkan rakyat dan wakilnya. "Saya belum bisa menerima dan memahami kalau tembok ini sebagai benda mati dianggap memisahkan rakyat dan wakilnya, karena menurut saya yang memisahkan rakyat dan wakilnya itu adalah sikap dan perilaku," cetus Faisal.DiizinkanFaisal mengaku telah mengantongi izin dari Pemprov DKI Jakarta dalam pembangunan pagar DPR."Kita sudah meminta izin pada Pemprov DKI Jakarta dan diperbolehkan. Mekanisme dan prosedur seperti diumumkan di media massa sudah kita umumkan," ujarnya.Selain izin, lanjut Faisal, dirinya juga telah mengundang lima konsultan, termasuk yang membangun gedung Gelora Senayan untuk presentasi. "Jadi semua sudah kita lalui," kata Faisal.
(aan/)











































