Berduka, Jokowi Sebut Ledakan di Lebanon Tragis dan Menyakitkan

Andhika Prasetia - detikNews
Kamis, 06 Agu 2020 09:46 WIB
Presiden Jokowi melantik lulusan IPDN di Istana Bogor, tahun 2020.
Presiden Jokowi (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Ledakan besar di Lebanon menewaskan 135 orang dan melukai 5.000 orang lainnya. Puluhan orang masih dinyatakan hilang dan 300.000 orang harus mengungsi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbelasungkawa atas tragedi ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi lewat akun Twitter resminya @jokowi seperti dilihat detikcom, Kamis (6/8/2020). Dia menuliskan belasungkawa dalam bahasa Inggris.

"My deepest condolences to my brothers and sisters in Lebanon. In this tragic and painful incident, Indonesia stands with Lebanon. Our thoughts and prayers are with the families and victims of the devastating explosion in Beirut," tulis Jokowi.

Jokowi menyatakan belasungkawa terdalam kepada seluruh korban. Dia menyebut ledakan tersebut sebuah kejadian tragis dan menyakitkan.

"Belasungkawa terdalam saya kepada saudara-saudari di Lebanon. Dalam kejadian tragis dan menyakitkan ini, Indonesia berdiri bersama Lebanon. Pikiran dan doa kami bersama keluarga dan korban ledakan dahsyat di Beirut," demikian terjemahan bebas pernyataan Jokowi.

Seperti diketahui, ledakan besar terjadi di area pelabuhan di Beirut, Lebanon, Selasa (4/8) waktu setempat. Dua ledakan besar ini membuat gedung-gedung bergetar hebat dan warga setempat menyebut ledakannya seperti bom atom.

Dari sejumlah video lainnya tampak awalnya asap putih dengan kobaran api dari lokasi. Lantas tiba-tiba asap itu berwarna oranye hingga muncul ledakan yang disusul terbentuknya gelombang kejut berbentuk awan jamur yang menyapu sekitar lokasi. Gelombang jamur itu sirna dan memunculkan asap hitam.

Ledakan itu sangat besar hingga mengguncang seluruh Kota Beirut dan suara ledakan dilaporkan terdengar di seluruh negara tersebut. Getaran akibat ledakan ini bahkan terasa hingga ke Nikosia, ibu kota dari negara Kepulauan Siprus, yang berjarak 240 kilometer jauhnya.

"Seperti malapetaka di dalam. Ada mayat-mayat di tanah. Ambulans masih mengangkut korban tewas," tutur seorang tentara yang ada di area pelabuhan Beirut.

Dilansir CNN, Ledakan besar di Lebanon ini memunculkan kawah Beirut yang berdiameter 405 kaki atau sekitar 124 meter. Lebar kawah itu berdasarkan analisis CNN dari citra satelit Planet Labs. Jarak itu berarti lebar kawah melebihi panjang lapangan sepak bola.

(hri/imk)